Trenggalek (ANTARA News) - Enam warga terseret banjir bandang di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu sore, seorang di antaranya ditemukan tewas, sedang lima lainnya hingga kini belum diketahui nasibnya.

"Lima orang yang sampai sekarang hilang masih kami cari. Satu korban sudah ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Kasi Penanggulangan Bencana Kantor Kesbangpol Linmas Kabupaten Trenggalek, Maryono.

Menurut dia, status Siaga I kini diberlakukan di Kabupaten Trenggalek, setelah belasan desa dilanda banjir.

Tidak hanya melanda enam desa di Kecamatan Munjungan, banjir juga menerjang sejumlah desa di kecamatan lain, di antaranya Pogalan, Gandusari, Kampak, dan Bendungan.

"Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Trenggalek sejak Rabu siang hingga malam, menyebabkan Sungai Ngasinan dan sungai-sungai lain di Pogalan, Gandusari, dan Kampak meluap," kata Maryono.

Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana Kabupaten Trenggalek telah melakukan sejumlah tindakan tanggap darurat. Beberapa tim bahkan telah melakukan evakuasi terhadap para korban banjir. "Sekarang kami masih melakukan pemantauan di lokasi bencana," katanya.

Informasi dari sejumlah narasumber di lokasi bencana menyebutkan banjir kemungkinan akan meluas ke sejumlah desa lainnya, karena luapan air Sungai Ngasinan di Desa Ngares dan Gembleb, Kecamatan Pogalan, meluas ke desa-desa di kawasan hilir.

Belum diketahui berapa jumlah rumah yang rusak atau roboh akibat banjir bandang tersebut.

Kantor Kesbangpol Linmas Trenggalek hanya menyebutkan dari laporan awal ada lima rumah warga roboh, satu warga meninggal dunia, serta lima korban lainnya hilang terseret banjir.

Bencana serupa pernah terjadi di Kabupaten Trenggalek pada 2006. Ketika itu 27 warga tewas, dan ratusan hewan ternak hilang terseret banjir bandang yang terjadi pada dini hari tersebut.
(T.M038/M008/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010