Bern (ANTARA News) - Pemimpin redaksi harian terkemuka Swiss, Neue Zurcher Zeitung, Markus Spillmann menyambut baik tawaran Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss Djoko Susilo, tentang kerja sama jurnalisme dengan KBRI Bern dan media di Indonesia,

Dubes Djoko Susilo yang juga bertugas untuk Lichenstein mengunjungi kantor redaksi NZZ pada Rabu dan mengadakan pertemuan dengan Spillmann, demikian siaran pers Kedubes RI di Bern, Jumat.

NZZ merupakan surat kabar harian Swiss berbahasa Jerman dengan sirkulasi per hari mencapai 340.000 eksemplar. Harian yang berkantor pusat di Zurich tersebut, pertama kali diterbitkan pada 12 Januari 1780 dan merupakan salah satu surat kabar tertua di Swiss.

Sebagian besar pembaca NZZ (60 persen) adalah warga Zurich, salah satu kota besar dan pusat bisnis Swiss.

Selain memperkenalkan diri, Dubes Djoko Susilo juga menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Swiss mengenai Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia yang moderat, melalui surat kabar NZZ.

Ia menawarkan kepada Spillmann untuk meliput Kongres Muhammadiyah pada 3-5 Juli 2010 di Yogyakarta sebagai gambaran kehidupan komunitas Islam moderat di Indonesia.

Kongres Muhammadiyah diadakan pada waktu yang berdekatan dengan saat kunjungan Presiden Swiss ke Indonesia, Doris Leuthard, pada 6-9 Juli 2010.

Ketika ditanya mengenai usulan dari salah satu institusi di Swiss mengenai larangan pemakaian burka, Spillmann menjawab bahwa hal tersebut sebenarnya tidak perlu dilebih-lebihkan.

Hanya segelintir orang di Swiss yang mengenakan burka dan sebagian besar dari mereka adalah wisatawan asal negara Arab yang berkunjung ke Swiss, katanya.

Meskipun demikian, ada pihak tertentu yang memanfaatkan isu tersebut, menyusul isu larangan menara di Swiss. Tidak mengherankan apabila saat ini sebagian besar surat kabar harian di Swiss menjadikan isu larangan burka sebagai berita utama di harian mereka, termasuk di harian NZZ.

Lebih lanjut, Dubes Djoko Susilo juga membahas berbagai topik menarik di Indonesia yang banyak diminati masyarakat Swiss, salah satunya mengenai orang utan.

Spillmann dengan antusias mengatakan bahwa pihaknya berencana mengadakan wawancara dengan Prof. Dr. Carel van Schaik, yang sering mengadakan penelitian mengenai orang utan di Indonesia beberapa pekan mendatang.

Duta Besar Djoko Susilo menambahkan bahwa KBRI Bern menerima banyak permohonan mahasiswa Zurich yang ingin melakukan penelitian mengenai orang utan.

Sebagian besar mahasiswa tersebut melakukan penelitian selama tiga hingga enam bulan di Indonesia, bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Nasional.
(M016/ B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010