London (ANTARA News) - Atraksi debus khas Banten seperti mengiris bagian tubuh dengan pedang, menancapkan paku dengan pukulan palu di bagian perut, mengupas kelapa dengan gigi dan lain-lain, mengundang decak kagum dan mengetarkan hati penonton di arena Festival Indonesia di Paris.

"Para penonton yang penasaran dengan pertunjukan itu, sempat dipersilakan naik ke panggung untuk mencobanya sendiri permainan debus tersebut," ujar Agus Badrul Jamal, juru bicara KBRI Paris kepada koresponden ANTARA London, Kamis.

KBRI Paris mengelar Festival Indonesia dengan menyajikan pameran berbagai produk kreatif, pagelaran seni budaya berupa tari-tarian tradisional dari Provinsi Banten yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat Prancis.

Jumlah pengunjung selama dua hari penyelenggaraan festival tersebut, tercatat mencapai 2.500 orang, mengalami peningkatan sekitar 800 orang dari kegiatan serupa tahun sebelumnya.

Festival yang digelar di gedung KBRI Paris, Rue Cortambert 47-49 Paris itu, antara lain menyajikan produk Indonesia berupa furniture, perhiasan, cendera mata, pakaian khas Indonesia dan dekorasi rumah.

Selain itu juga digelar berbagai ragam kekayaan kuliner Indonesia serta demo membuat beberapa menu masakan khas Nusantara.

Penyelenggaraan Festival Indonesia bertambah meriah dengan adanya pagelaran budaya berupa tari-tarian tradisional dari Provinsi Banten seperti Banten Katuran, Rampak Bedug, Mandane, dan Kembang Tanjung.

Penyelenggaraan Festival Indonesia 2010 disambut positif baik oleh peserta dari sejumlah usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia maupun publik Prancis.

Hal itu terlihat dari keikutsertaan UKM yang berjumlah 21 stan, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 16 UKM. Jumlah pengunjung juga mengalami peningkatan sekitar 800 orang pada kegiatan kali ini.

Festival bertujuan mempromosikan produk unggulan Indonesia, terutama dari pelaku ekonomi di kalangan usaha kecil dan menengah.

Selain itu memperkenalkan potensi investasi dan perdagangan serta potensi wisata dan budaya Indonesia kepada publik Prancis.

Kesempatan ini juga bermanfaat bagi pengusaha Indonesia untuk mempelajari situasi pasar di Prancis dan juga temu muka langsung dengan pengusaha distributor di negeri tersebut.

Berbagai produk yang dipamerkan terdapat transaksi barang-barang mebel produk dari bahan bambu dan asal Jepara, demikian juga dengan garmen dan lain-lain.

KBRI Paris menjadikan even Festival Indonesia yang digelar sejak 2008 sebagai agenda kegiatan tahunan dalam memperkenalkan produk usaha kecil dan menengah, serta seni budaya dan potensi pariwisata Indonesia secara lebih luas.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi produk dan pariwisata Indonesia di kalangan publik Prancis.

Sementara itu, turis Prancis menempati urutan kedua terbesar untuk jumlah wisman dari wilayah Eropa Barat yang datang ke Indonesia, diikuti Jerman dan Belanda. Di urutan pertama tercatat Inggris. (H-ZG/P004)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010