Denpasar (ANTARA News) - Seniman ternama dari "House of Natural Fiber" Yogyakarta Irene Agrivine, Andreas Siagian, dan Venzha Christ ikut memeriahkan "2010 Next Wave Festival" di Melbourne, Australia, mulai 13 hingga 30 Mei 2010.

Siaran pers Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia yang diterima ANTARA di Denpasar, Kamis, menyebutkan bahwa ketiga seniman itu bergabung dengan seniman lainnya dari Australia dan sejumlah negara di Asia.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer mengatakan bahwa festival tersebut akan memberi kesempatan kepada seniman Yogyakarta untuk menampilkan kreativitas dan keanekaragaman seni Indonesia.

"Ini merupakan kesempatan yang sangat menarik untuk merayakan hubungan budaya yang erat antara Indonesia dengan Australia pada kegiatan terbesar dan paling ambisius di kawasan Asia-Pasifik dalam kegiatan `Next Wave Festival` selama 25 tahun sejarahnya," katanya.

Menurut dia, dengan keanekaragaman budaya Melbourne, festival tahunan ini berupaya menjelajahi seni budaya mandiri dari seluruh Australia dan Asia, termasuk Indonesia, Jepang, Singapura, Filipina, dan China.

"Kami mendorong pengembangan kebudayaan dan media seni yang baru. Di Indonesia, kami menantang stagnasi kebudayaan dan kepincangan sosial dan bermaksud membawa gagasan ini ke festival tersebut," ujar Irene menambahkan.

Selain pagelaran di festival, para seniman juga akan menyelenggarakan lokakarya umum sebagai bagian dari program di kegiatan tersebut.

Menurut Farmer, kunjungan ke Australia ini didanai oleh pemerintah Australia melalui Lembaga Australia-Indonesia (AII).(M026/D007)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010