Kemensos: Gerakan "Ayo Kuliah" di Lampung bisa jadi gerakan nasional

Kemensos: Gerakan "Ayo Kuliah" di Lampung bisa jadi gerakan nasional

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin memberi keterangan mengenai gerakan "Ayo Kuliah" di Bandarlampung, Senin (30/11/2020) (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Bandarlampung (ANTARA) - Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial mengatakan adanya program gerakan "Ayo Kuliah" bagi anak keluarga penerima manfaat PKH di Lampung dapat menjadi salah satu gerakan nasional guna mempercepat graduasi.

"Kita berharap gerakan "Ayo Kuliah" yang diinisiasi oleh PKH Lampung dapat dicontoh oleh daerah lain, sebab melalui pendidikan kita dapat mempercepat graduasi bagi keluarga penerima manfaat," ujar Pepen Nazaruddin, di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan selama ini Program Keluarga Harapan (PKH) hanya berada pada jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), dengan adanya penambahan jenjang pendidikan hingga Perguruan Tinggi dapat menjadi salah satu cara memutus mata rantai kemiskinan.

"Pendidikan merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai kemiskinan, dan kita berharap anak keluarga penerima PKH dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi untuk menyejahterakan keluarga," ucapnya.

Baca juga: 58 anak keluarga penerima manfaat PKH Lampung lolos seleksi PTN

Baca juga: 20 anak KPM-PKH Lampung lolos seleksi prrogram beasiswa bidik misi


Menurutnya gerakan "Ayo Kuliah" yang telah hadir sejak tahun 2017 telah membantu sebanyak 335 anak keluarga penerima manfaat PKH Lampung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kita telah berdialog dengan 335 anak keluarga penerima manfaat PKH yang telah melanjutkan kuliah dan diharapkan dengan adanya gerakan ini target 10 persen hingga 30 persen keluarga PKH tergraduasi dapat tercapai dengan mudah," ujarnya.

Tanggapan positif disampaikan oleh salah seorang anak keluarga penerima manfaat PKH Lampung, Slamet Haryanto.

"Banyak hal yang saya dapat, salah satunya informasi mengenai cara melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi, dan manfaat dari kuliah," ujar Slamet.

Ia mengatakan dengan adanya pendampingan oleh petugas bagi anak keluarga penerima manfaat PKH Lampung untuk melanjutkan kuliah telah membantu membangkitkan mimpi anak-anak PKH untuk berprestasi.

"Meski perekonomian keluarga tidak begitu stabil dan saya harus tinggal di masjid sembari kuliah, saya merasa beruntung dapat belajar lebih banyak dan berkesempatan meraih cita-cita di kemudian hari," ucapnya lagi.

Berdasarkan data Kementerian Sosial Republik Indonesia di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, tercatat sebanyak 471.524 keluarga penerima manfaat PKH.*

Baca juga: Dirjen Peternakan beri sertifikat NKV enam peternak ayam Lampung

Baca juga: Pendamping PKH Lampung Timur mulai gunakan PKH-e

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kolaborasi Kemensos-UNICEF dalam perlindungan anak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar