Khartoum (ANTARA News) - Pihak yang berwenang Sudan Minggu menyita surat kabar milik oposisi Partai Kongres Populer (PCP), setelah paginya menahan pemimpinnya Hassan al-Turabi, kata seorang petinggi partai kepada AFP.

"Setelah penahanan sekjen Partai Kongres Populer, pihak keamanan menyerbu kantor percetakan surat kabar harian Rai al-Shaab dan menyita semua kopi surat kabar itu," kata Kamal Omar, kepala politbiro PCP.

"Pihak yang berwenang kemudian mengambil alih kantor surat kabar di pusat Khartoum itu, dan memerintahkan semua wartawan untuk meninggalkan kantor tersebut," katanya.

Pemimpin redaksi surat kabar itu juga ditahan, katanya kepada AFP melalui telepon.

"Pada sekitar pukul 09:10 waktu setempat, sekelompok petugas keamanan dan intelijen datang ke rumah saya, menjemput saya dengan mobil dan membawa saya ke salah satu kantor mereka," kata Abuzerr Ali al-Amin.

"Mereka tidak mengatakan apapun kepada saya tentang alasan penahanan saya itu, dan setelah dua jam saya masih belum diperiksa," ujarnya.

Turabi, seorang ikon pemimpin Islamis yang suatu ketika pernah menjadi mentor Beshir, sebelum menjadi salah seorang pengritik pedasnya, ditahan pada Ahad pagi, kata para petinggi partai.

Partainya ikut ambil bagian dalam pemilu negara bulan lalu, namun setelah penghitungan suara berakhir 15 April, Turabi dilaporkan melakukan kecurangan.

Dia kemudian menegaskan bahwa partainya tidak akan ikut ambil bagian dalam pemerintahan ke depan.

Beshir diumumkan sebagai pemenang dalam pemilu multi-partai pertama Sudan sejak 1986.

Pemilu itu dicemari oleh boikot kelompok oposisi, permasalahan logistik dan tuduhan-tuduhan kecurangan.
(H-AK/A024)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010