Untidar wisuda 301 lulusan dengan protokol kesehatan ketat

Untidar wisuda 301 lulusan dengan protokol kesehatan ketat

Rektor Untidar Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M. Sc. mewisuda lulusan terbaik pada wisuda sarjana dan ahli madya Untidar di Gedung Tri Bhakti Kota Magelang. (ANTARA/Heru Suyitno)

Lulus mendapatkan ijazah bukan jaminan kesuksesan
Magelang (ANTARA) - Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Jawa Tengah, mewisuda 301 lulusan sarjana dan ahli madya di Gedung Tri Bhakti Kota Magelang, Rabu, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Wisuda yang dikawal Satgas Penanganan COVID-19 Kota Magelang tersebut, dengan prosesi wisuda disederhanakan untuk efisiensi waktu. Wisudawan hanya datang sendiri tanpa didampingi oleh orang tua atau kerabatnya.

Sebelum memasuki gedung, wisudawan harus mencuci tangan dengan sabun, wajib memakai masker, mengenakan sarung tangan latex, dan selalu menjaga jarak aman.

Jumlah wisudawan sebanyak 301 lulusan, terdiri atas 247 sarjana dan 54 diploma. Total wisudawan dengan predikat pujian sebanyak 53 orang dengan rincian 27 Prodi Ekonomi Pembangunan, 6 Prodi Ilmu Administrasi Negara, delapan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, tujuh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, tiga Prodi Teknik Elektro, satu Prodi Teknik Sipil, dan satu Prodi D3 Akuntansi.

Baca juga: IAIN Tulungagung gelar wisuda "drive-thru" dengan protokol kesehatan

Baca juga: UMSU terapkan protokol kesehatan secara ketat pada prosesi wisuda


Predikat wisudawan terbaik disandang oleh Farmila Sari dari Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dengan meraih IPK 3,96.

Rektor Untidar Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M. Sc. menyampaikan pesan kepada para wisudawan agar fokus pada tujuan setelah lulus, jangan pernah menyerah sampai mencapai tujuan yang diharapkan.

"Saudara lulus tepat pada saat keadaan anomali di semua aspek kehidupan, karena ancaman pandemi COVID-19 dan gelombang revolusi 4.0 yang merambat ke semua sendi kehidupan masyarakat," katanya.

Selain itu, rektor juga berpesan kepada para wisudawan agar dapat melihat dan berpikir tentang bagaimana dapat berkontribusi pada masyarakat.

"Lulus mendapatkan ijazah bukan jaminan kesuksesan, tapi tergantung pada keberkahan ilmu pengetahuan dan keterampilan wisudawan," katanya. 

Baca juga: Dengan protokol kesehatan, Untidar Magelang gelar wisuda tatap muka

Baca juga: Prosesi wisuda ULM hanya satu jam terapkan protokol kesehatan

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mal di Semarang buka dengan prokes ketat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar