MER-C bantah hasil swab diduga Rizieq Shihab yang beredar

MER-C bantah hasil swab diduga Rizieq Shihab yang beredar

Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). HRS beserta keluarga kembali ke tanah air setelah berada di Arab Saudi selama tiga tahun. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr Sarbini Abdul Murad membantah laporan tes reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) dengan hasil positif atas nama Muhammad R Shihab yang beredar dikeluarkan oleh pihaknya.

"Tidak betul," jawab Sarbini melalui perpesanan instan WhatsApp dari Jakarta, Rabu ketika ditanya apakah laporan tes yang beredar tersebut dari MER-C dan merupakan hasil tes Rizieq Shihab.

Baca juga: Polda Metro jadwalkan ulang pemeriksaan Rizieq pada Senin

Baca juga: FPI tampik hasil tes usap Habib Rizieq


Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo ketika dikonfirmasi apakah sudah menerima laporan hasil tes tersebut menjawab hal itu harus dikonfirmasi kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

"Harus konfirmasi ke Balitbangkes. Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi," jawabnya melalui WhatsApp.

Laporan hasil RT-PCR yang beredar tersebut tidak mencantumkan nama lembaga yang mengeluarkannya dan ada beberapa tulisan yang ditutupi.

Di dalam laporan hasil tes tersebut, selain mencantumkan nama Muhammad R Shihab, juga mencantumkan tanggal lahir 24 Agustus 1965 dengan jenis kelamin laki-laki dengan dokter pengirim tertulis dr Arif Rahman.

Baca juga: Rizieq Shihab dan menantu tak penuhi panggilan Polda Metro Jaya

Baca juga: Anggota DPR minta Rizieq Shihab hormati penegakan hukum


Laporan hasil tes tersebut juga mencantumkan tanggal tes usap 27 November 2020 dengan validasi hasil 28 November 2020 dan nama perusahaan MER-C.

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polri imbau masyarakat lapor jika temukan atribut FPI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar