Wamen BUMN: Perbaikan sektor perbankan akan cepat pascapandemi

Wamen BUMN: Perbaikan sektor perbankan akan cepat pascapandemi

Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui layar telepon selular di Jakarta, Senin (2/11/2020). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

Investor pasar modal rupanya sangat confident dengan recovery perbankan Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan kepercayaan investor terhadap sektor perbankan menunjukkan bahwa pemulihan kinerja sektor tersebut akan lebih cepat pascapandemi COVID-19.

"Investor pasar modal rupanya sangat confident dengan recovery perbankan Indonesia. Kita lihat tiga bulan terakhir ini, portofolio inflow ke perbankan khususnya Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara) itu tinggi," ujar Kartika Wirjoatmodjo dalam webinar BUMN Media Talk bertema "Dukungan Perbankan untuk Ekonomi di Masa Pandemi" di Jakarta, Rabu.

Ia memaparkan kinerja saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sudah hampir mendekati harga tertingginya. Padahal, pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi baru setengah jalan.

Baca juga: BRI mampu catat pertumbuhan kredit 4,86 persen di tengah pandemi

BTN, lanjut dia, selama enam bulan terakhir ini sudah naik lebih dari 100 persen harga sahamnya. Sektor perumahan dinilai jadi lokomotif setelah selesai COVID-19. Demikian juga saham Bank Mandiri dan BNI yang mengalami perbaikan.

Baca juga: Dirut BTN sebut sektor perumahan tidak terdampak pandemi COVID-19

Sementara itu, tercatat pada Rabu, saham BBRI ditutup meningkat 1,42 persen menjadi Rp4.300 per saham dan saham BTN naik 1,16 persen ke level Rp1.740 per saham.

Kemudian, saham Bank Mandiri juga ditutup menguat 1,92 persen menjadi Rp6.650 per saham. Dan, saham BNI menguat 1,6 persen menjadi Rp6.350 per saham.

Tiko, demikian ia disapa, juga mengatakan likuiditas perbankan sejak Maret hingga September 2020 yang tumbuh cukup baik turut menjadi salah satu indikator bagi perbaikan kinerja sektor perbankan.

"Likuiditas bank dari Maret ke September tumbuh delapan persen," katanya.

Ia menambahkan setelah COVID-19 daya beli masyarakat juga akan meningkat. Saat ini, sisi permintaan kredit masyarakat memang masih lambat dan perusahaan juga belum berencana menaikkan belanja modal (capex).

"Begitu ada kejelasan tentang vaksinasi maka confidence pelaku usaha akan muncul. Karena confidence terhadap kesehatan, masyarakat juga melakukan spending dana," katanya.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Junaidi memprediksi pemulihan ekonomi terjadi pada semester II 2021.

"Kita harapkan memang paling tidak di semester II 2021 kita sudah bisa melihat track yang positif untuk pemulihan perekonomian secara nasional. Walaupun, kita mengharapkan adanya recovery dengan adanya efektif vaksin," katanya.

Baca juga: Ketua Himbara ingatkan bank tetap hati-hati meski NPL rendah saat ini

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemendag gandeng perbankan bantu pembiayaan ekspor UKMĀ 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar