Jakarta (ANTARA News) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu anjlok mengikuti kecenderungan bursa regional. IHSG mengalami pelemahan paling tinggi dibanding bursa regional yang lain. IHSG ditutup melemah 104,702 poin atau sebesar3,69 persen ke posisi 2.729,484.

Mengikuti IHSG 45 saham unggulan (LQ45) juga turun 22.524 poin (4,12persen) ke posisi 524.470. Kondisi ini membuat saham yang melemah mencapai 205 saham, 34 saham menguat dan 49 saham tidak bergerak harganya.

Analis PT Bhakti Securities, Budi Ruseno di Jakarta, Rabu mengatakan, pelaku pasar masih berhati-hati di tengah ketidakpastian pasar finansial krisis keuangan Eropa khususnya yang terjadi di Yunani.

Hal ini juga berimbas pada bursa Regional. Namun, menurut Budi, penurunan IHSG masih dalam area positif, sementara bursa regional sudah memasuki area negatif. Selama 2010 IHSG terus menguat signifikan.

"IHSG masih dalam positif, karena jika dihitung sepanjang 2010 IHSG menguat signifikan, sedangkan indeks regional sudah memasuki area negatif," ujarnya.

Sementara bursa dari sejumlah kawasan Asia ditutup negatif diantaranya indeks Hang Seng turun 365,96 poin (1,83 persen) ke posisi 19,578, Nikkei-225 melemah 55,80 poin (0,54 persen) ke level 10.186, dan Straits Times juga turun 68,35poin (2,40 persen) di posisi 2.776.

Sementara volume perdagangan di BEI mencapai 5,103 miliar saham dengan nilai Rp4,51 triliun dari 115.399 kali transaksi. Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain Indo Tambang Raya (ITMG) turun sebesar Rp2.100 menjadi Rp34.800, Astra Internasional (ASII) turun Rp1.900 menjadi Rp39.600, Indocement (INTP) turun Rp1.150 menjadi Rp14.400.
(ZMF/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010