Seoul (ANTARA News) - Satu kapal perang Angkatan Laut Korea Selatan (Korsel) yang tenggelam di dekat perbatasan laut yang tegang dengan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) pada Maret ditorpedo oleh kapal selam DPRK, demikian pengumuman tim penyelidik multinasional, Kamis.

Kelompok ahli sipil dan militer itu mengatakan kapal perang dengan bobot 1.200 ton tersebut, Cheonan, tenggelam akibat "ledakan bawah laut di luar kapal" yang disebabkan oleh torpedo yang ditembakkan oleh satu kapal selama DPRK, sehingga merenggut korban jiwa paling banyak dalam era perdamaian dalam sejarah Angkatan Laut negeri tersebut, sebagaimana dikutip dari Xinhua-OANA.

"Bukti secara berlimpah menunjuk kepada kesimpulan bahwa torpedo yang ditembakkan oleh kapal selam Korea Utara (DPRK). Tak ada penjelasan lain yang masuk akal," kata mereka di dalam satu pernyataan.

DPRK telah membantah keterlibatannya dalam peristiwa pada April tersebut.

Pada Rabu, Komite Urusan Penyatuan Kembali Korea Secara Damai di DPRK mengeluarkan pernyataan yang menuduh Korsel memanfaatkan tenggelamnya kapal perangnya untuk mendorong hubungan utara-selatan ke dalam bencana.

Di dalam pernyataan itu, komite tersebut mengatakan aksi terhadap DPRK yang dilancarkan oleh Korsel setelah kecelakaan itu mencapai puncak tindakan perang dan bentrokannya.
(C003/A024)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010