Bandung (ANTARA News) - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung merasa keberatan dengan hasil QS, sebuah jaringan pendidikan dan karier global di London, yang menyatakan ITB turun peringkat menjadi 113 dari peringkat 80 universitas top se-Asia.

"Kami selaku alumni jelas keberatan dengan dengan lansiran QS yang menyatakan ITB turun peringkat jadi ke-113," kata Direktur Eksekutif Ikatan Alumni ITB, Muhammad Azhar, di Bandung, Jumat.

Ia mengatakan, Ikatan Alumi (IA) ITB juga mempertanyakan landasan yang digunakan oleh QS dalam membuat rangking atau peringkat bagi universitas top di Asia.

"Dalam melakukan pemeringkatan yang dilakukan QS, ITB sebagai kampus yang berbasis IT dan Teknik dibandingkan dengan Universitas. Harusnya insitut dengan institut dong," ujarnya.

Sementara itu, mantan Rektor ITB, Dr Ir Djoko Santoso MSc, menyatakan, dalam pemeringkatan yang dilakukan QS, ITB digolongkan dalam universitas komprehensif.

Artinya, ITB disamakan dengan kampus yang membidangi bidang Art and Humanity, Life Science and Biomedical, Natural Science, Social Science serta IT and Enginering.

"Perlu diketahui bahwa ITB itu, kampus yang fokus di IT and Enginering, di ITB tidak ada bidang hukum atau sastra. Artinya komparasinya harus seimbang lah," ujar Djoko.

Sebelumnya, dinyatakan bahwa ITB terlempar keluar dari jajaran 100 universitas top Asia pada tahun 2010.

Peringkatnya bahkan kini di bawah Universitas Airlangga, yang justru mencatatkan kenaikan signifikan.

Dalam pemeringkatan terbaru yang dibuat QS, sebuah jaringan pendidikan dan karier global berbasis di London, Inggris, ITB berada di peringkat ke 113. (KR-ASJ/Y003)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010