Puan: Pemerintah tingkatkan intensitas sosialisasi vaksin COVID-19

Puan: Pemerintah tingkatkan intensitas sosialisasi vaksin COVID-19

Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) menghadiri Rapat Paripurna DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin. ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah meningkatkan intensitas edukasi dan sosialisasi terkait vaksin COVID-19, karena sangat urgen dilakukan agar masyarakat bersedia divaksin sebagai upaya mencegah penularan COVID-19.

Namun Puan menegaskan bahwa pemberian vaksin itu harus dilakukan sesuai prosedur, pertimbangan ilmiah, dan hasil uji klinis yang baik.

"Setelah vaksin tiba di Tanah Air, selanjutnya pemerintah harus meningkatkan edukasi dan sosialisasi manfaat serta keamanan vaksin tersebut supaya masyarakat mau divaksin untuk mencegah penularan wabah COVID-19," kata Puan di Jakarta, Senin.

Baca juga: DPR minta pemerintah evaluasi strategi penanganan COVID-19

Baca juga: Menko Airlangga: Vaksinasi COVID-19 dilakukan setelah evaluasi BPOM

Baca juga: Menkominfo perkenalkan lima juru bicara vaksin dan vaksinasi COVID-19


Hal itu disampaikan Puan setelah tibanya 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac pada Minggu (6/12).

Dia menilai, edukasi dan sosialisasi mengenai vaksin COVID-19 dapat dilakukan dengan menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama, kalangan akademisi, swasta, maupun kalangan masyarakat sipil.

Puan juga meminta distribusi vaksin yang diuji klinis di Bandung sejak Agustus 2020 itu dilakukan berdasarkan analisa data yang akurat.

Dia menilai Pemerintah harus menginformasikan secara jelas mengenai waktu pemberian dan penerima vaksin, serta mekanisme untuk vaksin gratis dan vaksin mandiri.

"Masyarakat yang tidak mampu atau berisiko tinggi harus difasilitasi. Pastikan harga vaksin mandiri terjangkau, karena harga tidak boleh menjadi hambatan bagi masyarakat memperoleh vaksin tersebut," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan, serta sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Menurut dia, meskipun sudah ada vaksin, masyarakat harus tetap harus mematuhi protokol kesehatan sebagai bentuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri dan orang-orang di sekitar.

Baca juga: Sri Mulyani: Anggaran vaksin dan kesehatan 2021 capai Rp169,7 triliun

Baca juga: Pemerintah hanya sediakan vaksin aman sesuai rekomendasi WHO

Baca juga: Menkes pastikan fisik vaksin COVID-19 dan rantai dingin aman


Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

DPR RI dukung Badan POM uji klinis fase II Vaksin Nusantara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar