Indonesia terus dorong kerja sama ekonomi dengan UAE meski pandemi

Indonesia terus dorong kerja sama ekonomi dengan UAE meski pandemi

Dokumentasi - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Duta Besar UAE untuk Indonesia Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri (kanan) menyampaikan keterangan pers mengenai pengaturan "travel corridor" untuk perjalanan bisnis, dinas, dan diplomatik antara kedua negara, Kamis (30/7/2020). ANTARA/HO-Kemlu RI/am.

Kedekatan pemimpin kedua negara harus dilihat sebagai suatu modal yang positif bagi pengusaha dan perusahaan di kedua negara. Ini merupakan golden period (periode emas) bagi diplomasi ekonomi antara kedua negara
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui gelaran kegiatan "Indonesia-UAE Week" berupaya terus mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dengan Uni Emirat Arab (UAE) meskipun di tengah pandemi COVID-19.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi bekerja sama dengan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Jakarta akan menyelenggarakan kegiatan Indonesia–United Arab Emirates Week atau Pekan Indonesia–UAE di Indonesia pada 15-21 Desember 2020 mendatang.

Kondisi akhir tahun dan pandemi COVID-19 tidak membuat KBRI Abu Dhabi kendor dalam mendorong peningkatan kerja sama ekonomi, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini, demikian disampaikan dalam keterangan tertulis KBRI Abu Dhabi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis menyatakan bahwa KBRI Abu Dhabi, didukung oleh Kedutaan Besar UAE di Jakarta dan kementerian/lembaga pemerintah terkait akan menggelar kegiatan pertemuan dan upacara peresmian berbagai kerja sama kedua negara, khususnya di bidang ekonomi dan investasi.

"Kedekatan pemimpin kedua negara harus dilihat sebagai suatu modal yang positif bagi pengusaha dan perusahaan di kedua negara. Ini merupakan golden period (periode emas) bagi diplomasi ekonomi antara kedua negara," kata Dubes Husin.

Sejumlah rangkaian kegiatan yang digelar dalam acara Pekan Indonesia–UEA tersebut, antara lain peresmian pembukaan Kantor Cabang First Abu Dhabi Bank (FAB) di Jakarta, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Binawan dan National Ambulance UEA, penandatanganan Kontrak Pelaksanaan Pilot Test Emirates Global Alumunium (EGA) dengan PT Inalum (Persero).

Selain itu, akan ada peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata 145 Megawatt antara PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dan Masdar, penandatanganan Kontrak Perjanjian Sewa Lahan Balitsa Lembang antara Balitbang Kementerian Pertanian RI dengan Elite Agro Group, peresmian kerja sama Lulu Hypermarket Indonesia dengan UMKM Indonesia.

Selanjutnya, pada pekan yang sama juga akan diadakan sejumlah pertemuan antara Delegasi UAE dengan mitra potensial di Indonesia untuk penjajakan kerja sama.

Delegasi UAE yang akan hadir terdiri dari beberapa perusahaan dari berbagai sektor, seperti pertanian, perbankan, energi terbarukan, industri pompa, properti, pembangkit listrik, dan ritel. Dua di antara sejumlah perusahaan UAE yang akan berparitisipasi, yaitu Abu Dhabi Developmental Holding Company (ADQ) dan Silverpumps.

Dubes Husin berharap kerja sama ekonomi yang erat antara Indonesia dan UAE akan mendatangkan manfaat yang saling menguntungkan bagi ekonomi kedua negara.

"UAE secara populasi dan luas wilayah tergolong menengah, namun secara ekonomi sangat berpengaruh bagi Timur Tengah," ujarnya.

Dari sisi investasi, UAE menyumbang sebesar 259 juta dolar AS dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Angka itu terbilang belum signifikan bila dibandingkan dengan potensi dan total realisasi investasi yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu yang sama, yang mencapai angka 169 miliar dolar AS.

Investasi UAE di Indonesia terdiri dari 338 proyek investasi dan menyerap kurang lebih 9.900 tenaga kerja.


Baca juga: Pemerintah UAE resmikan Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi

Baca juga: Wamenlu sebut hubungan Indonesia-UAE sigap hadapi pandemi

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar