Surabaya (ANTARA News) - Persebaya Surabaya sangat kecewa dengan keputusan Komisi Banding PSSI yang menganulir sanksi terhadap Persik Kediri, namun mereka belum mengambil sikap resmi terhadap keputusan itu.

"Kami belum menerima keputusan apapun, selain keputusan Komisi Disiplin PSSI yang menyatakan Persik kalah WO. Komdis juga sudah jelas menyebutkan kalau keputusan itu tidak bisa dibanding," kata Asisten Manajer Persebaya Cholid Goromah kepada wartawan di Surabaya, Senin.

Komdis PSSI telah menyatakan Persik kalah WO karena gagal menyelenggarakan pertandingan melawan Persebaya pada 29 April 2010 di Yogyakarta sehingga Persebaya otomatis mendapat tambahan tiga angka.

Namun, menjelang akhir kompetisi, Komding menerima banding Persik dan memutuskan menganulir sanksi terhadap Persik itu dan merekomendasikan agar PT Liga Indonesia segera menetapkan jadwal baru pertandingan Persik melawan Persebaya.

"Terus terang, kami sangat kecewa dengan keputusan Komding, tapi kami akan bersikap setelah menerima keputusan itu secara resmi. Nanti kami akan menggelar rapat dengan pengurus," tambah Cholid.

Ia menilai keputusan Komding PSSI sangat tidak masuk akal dan merupakan salah satu skenario untuk menghancurkan Persebaya, karena selama ini manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar sangat keras mengkritisi kebijakan PSSI.

Kabarnya, Saleh Mukadar menolak timnya melakukan tanding ulang dengan Persik seperti yang direkomendasikan Komding PSSI, kendati konsekuensinya Persebaya harus terdegradasi.

Keputusan Komding PSSI membuat Persebaya terancam degradasi karena saat ini berada di peringkat 16 dengan nilai 36 dari 33 laga.

Sebelum keluar putusan itu, Persebaya masih berada di zona "play off" dengan nilai 39 atau sama dengan nilai yang dikumpulkan Pelita Jaya. Namun, Persebaya unggul selisih gol.

CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono juga merasa terpojokkan dengan keputusan Komding PSSI yang keluar di akhir kompetisi.

PT Liga Indonesia memiliki tiga opsi dalam menyikapi keputusan itu, yakni mengabaikan keputusan Komding, memainkan pertandingan Persik lawan Persebaya di laga tertentu dan pertandingan tidak mungkin digelar setelah 30 Mei karena akan mencederai azas keadilan.

"Itu bukan saja menentukan posisi Persik dan Persebaya, tapi juga akan mempengaruhi nasib klub lainnya, sebab semua pertandingan selesai Minggu (30/5)," kata Joko Driyono.(*)

D010/I007

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010