"The Uncanny Counter", pilihan genre thriller fantasi di akhir pekan

"The Uncanny Counter", pilihan genre thriller fantasi di akhir pekan

Aktor Kim Byun-gu dalam salah satu adegan di drama "The Uncanny Counter" (Instagram.com/ocn_original)

Jakarta (ANTARA) - Jika Anda penyuka tontonan bergenre thriller fantasi, "The Uncanny Counter" bisa menjadi pilihan untuk menemani Anda setiap akhir pekan.

Serial televisi alias drama yang diadaptasi dari komik digital atau webtoon karya Jang Yi ini berkisah tentang pemburu iblis disebut counter yang mempunyai kemampuan khusus menyamar sebagai karyawan restoran mi dan melawan roh jahat yang mencoba merasuki orang.

Ada dua karakter utama dalam drama ini yakni So-moon yang diperankan aktor Jo Byun-gu, seorang counter yang terluka parah saat kecil tetapi sekarang memiliki kekuatan luar biasa. Satu lagi tokoh Ha-na yang dimainkan Kim Se-jong, sosok yang dapat merasakan roh jahat dari kejauhan.

Baca juga: Rekomendasi enam film Korea pemuas hati untuk hiburan akhir pekan

"So-moon adalah karakter baik dan polos yang secara bertahap belajar untuk mengatasi traumanya. Drama ini perpaduan antara humanisme, aksi, dan fantasi," kata Byun-gu dalam konferensi pers beberapa waktu seperti dikutip dari The Korea Times, Minggu.

 

Di Korea Selatan, drama yang tayang di saluran kabel OCN ini mendulang popularitas. Episode kelima yang ditayangkan pada Sabtu (12/12) mengumpulkan 6,1 persen pemirsa, menurut Nielsen Korea.

Angka ini memang sedikit turun dari 6,7 persen pada pekan sebelumnya, rating tertinggi untuk drama ini.

"The Uncanny Counter" terdiri dari 16 episode dan mulai tayang pada 28 November dengan rating 2,7 persen, tetapi alur cerita yang tidak terduga membuat episode kedua dan ketiga masing-masing mendapatkan rating 4,4 dan 5,3 persen.

Pemirsa di luar Korea Selatan bisa menyaksikan drama ini di Netflix.

Baca juga: "The Client" lalu "The Battle of Jangsari" rekomendasi film pekan ini

Baca juga: "Samjin Company English Class", bicarakan kesetaraan dengan ringan

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar