Indonesia-AstraZeneca tanam 20 juta pohon dukung lingkungan sehat

Indonesia-AstraZeneca tanam 20 juta pohon dukung lingkungan sehat

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam penandatanganan kerja sama dengan AstraZeneca (AZ) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk menanam 20 juta pohon hingga akhir 2025. ANTARA/HO Kemenko Kemaritiman dan Investasi

Kami mendorong berbagai stakeholders baik dari swasta, LSM, organisasi internasional, agar berpartisipasi dalam pendanaannya baik hibah maupun pinjaman untuk mendukung program rehabilitasi hutan
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama AstraZeneca (AZ) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) akan menanam 20 juta pohon hingga akhir 2025 untuk mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan meningkatkan sosial ekonomi dan mata pencaharian masyarakat Indonesia.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Maritim dan Investasi Nani Hendiarti dan Presiden Direktur PT AstraZeneca Indonesia Chon Se Wan di Jakarta, Rabu (16/12).

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyaksikan penandatanganan tersebut mengatakan Indonesia memberi perhatian pada konservasi dan kelestarian hutan dan lahan sehingga mendukung kerja sama tersebut.

"Kami mendorong berbagai stakeholders baik dari swasta, LSM, organisasi internasional, agar berpartisipasi dalam pendanaannya baik hibah maupun pinjaman untuk mendukung program rehabilitasi hutan," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa dalam satu dekade luas lahan kritis di Indonesia terus menurun hingga lebih dari 50 persen.

Pada 2018 luas area lahan kritis tercatat sebesar 14,01 juta hektare. Jumlah itu menurun dibanding yang tercatat di tahun 2009 sebesar 30,1 juta hektare. Bahkan selama masa pandemi ini, pemerintah Indonesia terus melanjutkan usahanya dalam mengurangi lahan kiritis melalui berbagai upaya.

Komitmen dan penandatanganan kerja sama dengan AstraZeneca itu merupakan bagian dari program global AZ Forest untuk menanam 50 juta pohon di seluruh dunia, di mana komitmen AZ Forest di Indonesia adalah menanam 20 juta pohon yang bisa merehabilitasi dan merevitalisasi lahan kritis seluas lebih kurang 30.000 hektare di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah dan di Citarum, Jawa Barat, hingga 2025.

Sebagai tanda dimulainya program di Indonesia, penanaman 1,5 juta pohon telah dilaksanakan di Taman Nasional Tanjung Puting dan 60.000 pohon lainnya akan ditanam di DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum hingga akhir 2020.

Wilayah Tanjung Puting dipilih untuk mendorong reboisasi dan melindungi habitat liar dengan memberdayakan 200 warga lokal sepanjang wilayah kegiatan.

Sementara itu, Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum merupakan salah satu daerah aliran sungai terpenting di Indonesia yang juga menjadi sasaran di dalam program ini. Program tersebut akan mengupayakan revitalisasi DAS Citarum, serta memberdayakan 38.800 petani terkait agroforestry yang mencakup 25.000 hektare lahan kritis di luar kawasan hutan. Selain itu, penanaman pada wilayah DAS Citarum dapat menangkap 1,8 miliar kg CO2 selama masa hidup pohon.

Chief Executive Officer AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan kerja sama AZ dengan pemerintah Indonesia dan organisasi non-pemerintah untuk meluncurkan program AZ Forest Global di Indonesia akan membantu mendukung penciptaan lingkungan sehat bagi masyarakat Indonesia dan berkontribusi pada pencapaian sasaran perubahan iklim yang ambisius dari AstraZeneca.

"Pandemi COVID-19 telah mengajarkan kita bahwa masyarakat kita lebih rapuh daripada yang kita duga, dan dunia harus bersatu sebelum kita dihadapkan dengan tantangan yang bahkan lebih sulit untuk diatasi, seperti bencana lingkungan," katanya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Swedia untuk Indonesia Marina Berg, Duta Besar Britania Raya untuk Indonesia Owen Jenkins, Direktur Jendral Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan, serta Wakil Gubernur Pemerintah Daerah Jawa Barat, serta keikutsertaan perwakilan dari One Tree Planted, Friends of the National Park, dan Trees 4 Trees sebagai mitra terpilih dari LSM. Disaksikan pula secara virtual dari Kantor pusat AstraZeneca diwakili oleh Vice President Global Government Affairs and Policy Sjoerd Hubben.

Baca juga: Kementerian PUPR programkan penghijauan di Pasar Pariaman

Baca juga: Kepala BNPB canangkan penghijauan di KEK Mandalika

Baca juga: Perhutani Pati akan hijaukan 20 hektare lahan di Bukit Pandang

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar