Prof Wiku ingatkan kasus aktif COVID-19 Indonesia capai 15,08 persen

Prof Wiku ingatkan kasus aktif COVID-19 Indonesia capai 15,08 persen

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/12/2020). ANTARA/HO-Satgas Penanganan COVID-19/am.

Angka ini lebih tinggi dari angka tertinggi kasus aktif di November
Jakarta (ANTARA) - Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan semua pihak bahwa kasus aktif COVID-19 di Tanah Air telah mencapai 15,08 persen per 13 Desember 2020.

"Angka ini lebih tinggi dari angka tertinggi kasus aktif di November. Ini merupakan alarm bagi kita semua karena bukan hal yang diharapkan," kata dia dalam diskusi virtual dengan tema "Napas panjang penanganan CCVID-19" yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Pada bulan lalu, lanjut dia, rata-rata kasus aktif di tingkat nasional yakni 12,8 persen dengan angka tertinggi mencapai 13,78 persen.

"Jadi rata-rata kasus aktif ini sudah mencapai 14,39 persen, ini angka yang tinggi untuk kita," katanya.

Berdasarkan data per 17 Desember 2020, kasus pasien meninggal harian juga masih bertambah yaitu sebanyak 142 kasus dan kumulatifnya menjadi 19.390 kasus atau 3,0 persen dari pasien terkonfirmasi.

Baca juga: Presiden Jokowi harap seluruh masyarakat Indonesia mau divaksin

Baca juga: Relawan Vaksin COVID-19 jalani enam kali kunjungan


Di sisi lain, data yang dikumpulkan oleh Bersatu Lawan COVID-19 menunjukkan adanya tren tingkat kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan mulai membaik, namun kasus aktif tetap masih tinggi.

Prof Wiku mengatakan peningkatan kasus beberapa waktu terakhir disebabkan oleh tingkat penularan dari satu individu ke individu lain juga masih tinggi.

Selama seminggu terakhir, Satgas Penanganan COVID-19 telah memantau 17 juta orang yang tersebar di 6,5 juta titik yang mencakup 34 provinsi. Dari hasil itu ditemukan bahwa perkembangan positif kabupaten dan kota memakai masker.

Meskipun ada perkembangan positif masyarakat menggunakan masker, Wiku tidak menampik perilaku masyarakat fluktuatif atau berubah dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, lanjut dia, ketahanan bersama merupakan kunci utama dalam menurunkan kasus COVID-19.

Baca juga: Ada 53 daerah risiko kenaikan tinggi COVID-19, sebut Gugus Tugas

Baca juga: Prof Wiku nilai kolaborasi lintas sektor penting untuk atasi pandemi

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Embargo vaksin, Pemerintah hati-hati atur laju penyuntikan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar