Artikel

Tak ada "karpet merah" agar perempuan menjadi bos BUMN

Oleh Indriani

Tak ada "karpet merah" agar perempuan menjadi bos BUMN

Perayaan Hari Ibu yang diselenggarakan oleh BUMN di Jakarta, Selasa (22/12/2020). ANTARA/Indriani.

pasti selalu ada solusi dalam situasi sesulit apapun
Jakarta (ANTARA) - Tak mudah bagi perempuan yang bekerja untuk menyeimbangkan antara peran sebagai ibu dan sebagai pekerja. Namun lima srikandi yang menjadi pucuk pimpinan di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuktikannya.

Dengan manajemen kelola yang baik, mereka membuktikan dapat menyeimbangkan keduanya. Tanpa ada yang harus dikorbankan. Mereka adalah Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Wakil Direktur Utama PT BNI (Persero) Adi Sulistyowati, Direktur Utama Perum DAMRI Setia N Milatia Moemin, Direktur Utama PT ASDP Indonesia (Persero) Ferry Ira Puspadewi, dan Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Alexandra Askandar.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan meskipun Menteri BUMN Erick Thohir mendorong agar sebanyak 15 persen kursi pemimpin BUMN diisi oleh para perempuan, namun hal itu tidak dapat diraih tanpa adanya usaha.

"Saat kita menjadi pemimpin, tidak ada karpet merah. 15 persen itu harus dicapai, kompetensi dan pengetahuan kita harus ditingkatkan,” ujar Nicke dalam Perayaan Hari Ibu Seluruh BUMN yang disiarkan secara daring di Jakarta, Selasa.i

Nicke menjelaskan terdapat perbedaan antara pemimpin perempuan dan laki-laki. Mengutip pakar neurosains, dia menyebutkan otak perempuan dilengkapi dengan rencana strategi jangka panjang dan berkomitmen dalam pembangunan.

Sebagai perempuan, juga sudah dilahirkan sebagai makhluk yang memiliki rahim dan memiliki sifat melindungi, melahirkan dan membesarkan.

"Sifat-sifat itu dimanapun kita berperan, pasti kita tunjukkan. Sebagai seorang ibu dan sebagai seoran perempuan. Ini yang membedakan. Secara fisik permpuan memiliki daya tahan yang tinggi, daya juang yang tinggi, empati yang tinggi dan bertanggung jawab. Sesuatu yang sudah dimulai para ibu pasti dituntaskan,” terang dia.

Seorang ibu harus optimistis, berpikiran positif dan harus mampu memberikan energi untuk seluruh timnya. Itu pula yang harus dilakukan seorang pemimpin agar terus bergerak.

"Tetap persyaratan sebagai seorang pemimpin yakni memiliki pengetahuan, kompeten dan memiliki solusi. Sebagai seorang ibu, pasti selalu ada solusi dalam situasi sesulit apapun,” jelas dia.i
​​​​​​​
Direktur Utama PT ASDP Indonesia (Persero) Ferry, Ira Puspadewi, mengatakan sebagai perempuan, dirinya tidak pernah merasa terintimidasi menjadi pemimpin perempuan yang didominasi pekerja lelaki.

Pemimpin perempuan, lanjut Ira, memiliki kelebihan yakni naluri kolaborasi. Hal itu berdasarkan penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa primata yang dipimpin perempuan lebih mudah berkolaborasi dan jarang terlibat dalam pertikaian.

"Perempuan lebih mudah berkolaborasi tanpa merasa teretorial,” kata Ira.

Sebagai pemimpin perempuan yang didominasi pekerja lelaki, ia mengaku pernah merasa “dikerjai” oleh bawahannya yang berbadan besar. Tapi dengan pendekatan yang baik tidak perlu menggunakan kekerasan namun bisa dilakukan dengan sikap kolaborasi dan mengayomi.

Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero), Alexandra Askandar, mengatakan peran ganda perempuan merupakan anugerah sekaligus tantangan.

Dilema kerap terjadi ketika perempuan menikah. Pada saat itu muncul pertanyaan yang muncul pada diri seorang perempuan, mana yang perlu diprioritaskan apakah keluarga atau berkarir.

"engan berjalannya waktu hal itu tersebut tidak lebih baik. Kenapa? karena lahir anak pertama. Polemik itu muncul lagi. Lalu ada anak kedua dan seterusnya,” terang Alexandra.

Belum lagi tuntutan yang berbeda, saat anak mulai sekolah. Hal itu menjadi tantangan utama. Selain itu, terdapat tantangan lain yang menghambat karir perempuan.

Misalnya saja bias yang tak disadari di tempat kerja, yang mana ada perbedaan perlakukan antara karyawan perempuan dan laki-laki.

"Hal itu terjadi karena budaya, persepsi yang terbentuk. Mungkin yang menjadi perhatian adalah kekerasan di tempat kerja. Tidak sedikit perempuan yang bisa menjalankan peran tersebut,” terang dia.

Saat pandemi COVID-19, peran ibu juga bertambah tidak hanya bekerja, orang tua tetapi juga menjadi guru bagi anak-anaknya. Alexandra menjelaskan penting adanya sistem dukungan yang baik oleh keluarga.

"Support system tersebut dapat terjadi dengan komunikasi yang baik, sehingga tuntutan peran ganda tersebut bukan dirasakan sebagai beban karena kita mendapatkan dukungan penuh.”

Saat ini, sejumlah instansi telah memberikan kemudahan bagi perempuan dalam berkarya. Mulai dengan memberikan waktu yang fleksibel, dukungan seperti ruang menyusui maupun tempat pengasuhan anak.

Bahkan pada masa pandemi, bekerja dari rumah secara total tidak mengurangi produktivitas dan efektivitas dalam berkarya. Artinya perusahaan ke depan lebih dapat menerapkan waktu kerja yang fleksibel.

Baca juga: Menteri sebut perempuan masih terjajah konstruksi sosial merugikan

Baca juga: Doni Monardo: Terima kasih ibu dan perempuan hebat Indonesia

Direktur Utama Perum DAMRI, Setia N Milatia Moemin, tak pernah berpikir diperlakukan berbeda dengan laki-laki, yang dia pikirkan hanya pekerjaannya selesai.

"Saat kita menjadi pemimpin perempuan di tengah dunia yang didominasi laki-laki, maka timbul keraguan dari pekerja. Tapi saya tidak pikirkan hal itu,” kata Milatia.

Milatia menjelaskan tidak ada karpet merah bagi perempuan untuk mencapai pucuk pimpinan. Meskipun saat dibandingkan , orang lebih mudah memilih pemimpin laki-laki dibandingkan perempuan.Sehingga seorang perempuan harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa ia layak sebagai pemimpin.

Sementara Wakil Direktur Utama PT BNI (Persero), Adi Sulistyowati, mengatakan hasil penelitian menunjukkan pemimpin perempuan unggul dalam kapabilitasnya dan memiliki kekuatan yang luar biasa.

"Ada empat besaran yang saya lihat antara kepemimpinan laki-laki dan perempuan. Pemimpin perempuan lebih cenderung memberikan inspirasi dan motivasi. Pola pemimpin tidak hanya reward dan punishment saja atau perintah, tetapi lebih pada pendekatan sebagai seorang ibu,” terang Sulistyowati.

Kemudian, pemimpin perempuan lebih mengedepankan pada kerja sama tim dan bukan individu. Berikutnya pemimpin perempuan lebih memberikan solusi pada timnya dan mengajak timnya pada sampai pada tujuan.

"Terakhir, dalam membangun timnya dengan pelatihan, pendampingan dan umpan balik. Di sini penting pengawalan, pendampingan, komunikasi, untuk mendorong mereka untuk maju ke depan,” kata dia lagi.

Dorong lebih banyak perempuan
​​​​​​​
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong agar lebih banyak perempuan yang menjadi pemimpin atau bos di perusahaan BUMN.

"Kementerian BUMN mendorong para perempuan menancapkan eksistensinya sebagai perempuan karir dengan membentuk Srikandi BUMN. Dengan adanya Srikandi BUMN diharapkan akan ada peningkatan keterwakilan perempuan untuk meningkatkan kesetaraan gender di lingkungan BUMN,” ujar Erick.

Ia menyampaikan apresiasi kepada perempuan hebat yang menjalankan kekuatan super sebagai pribadi yang yang menjalankan multiprofesi setiap harinya.

Peran ibu, lanjut Erick, sangat strategis karena tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga memikirkan orang sekitar. Selain bekerja, seorang ibu juga harus bisa menerapkan komunikasi yang baik di rumah, mengelola keuangan secara sehat, menjadi guru, hingga menjamin nutrisi keluarga agar terhindar dari virus COVID-19.

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para ibu dan calon ibu yang sangat tangguh. Allah SWT menciptakan makhluk tangguh bernama perempuan yang mana sangat vital bagi kehidupan,” tukas Erick.

Perempuan pekerja harus menyadari posisinya dan tantangan tersebut harus dihadapi secara khusus. Bagi ibu pekerja yang menyeimbangkan antara kerja, hidup dan sebagai orang tua dari anak-anak. Jika menyadari posisi kita, maka secara mental lebih siap dan belajar menerapkan peran ganda.

Baca juga: Mengembalikan makna Hari Ibu pada asalnya

​​​​​​​
Baca juga: Erick Thohir dorong lebih banyak perempuan menjadi bos BUMN

 

Oleh Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mengenal perempuan pertama Penjabat Gubernur Jambi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar