Wagub DKI sebut kebijakan rem darurat mungkin dilakukan kembali

Wagub DKI sebut kebijakan rem darurat mungkin dilakukan kembali

Pekerja beraktivitas di Taman Pintar Berlalu Lintas Tebet, Jakarta, Kamis (24/12/2020). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup area publik dan sejumlah tempat wisata selama masa libur perayaan Hari Natal dan Tahun Baru pada 25 dan 31 Desember 2020, serta 1 Januari 2021. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc)

keputusan ditariknya kebijakan rem darurat itu bergantung fakta dan data perkembangan kasus COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan kebijakan rem darurat sangat mungkin diterapkan lagi di Ibu Kota Jakarta jika  kembali terjadi lonjakan kasus positif COVID-19.

"Kalau nanti memang sudah melebihi dari standar terkait R0 (angka reproduksi atau potensi penularan dari penyakit COVID-19), kasus aktif dan lain-lain, bisa saja 'emergency break' ditarik kembali," ujar Riza di Balai Kota Jakarta, Senin.

Baca juga: Wagub DKI Jakarta doakan Anies segera negatif COVID-19

Riza mengatakan keputusan ditariknya kebijakan rem darurat itu bergantung fakta dan data perkembangan kasus COVID-19.

"Itu kan disesuaikan dengan fakta dan data. Pak Gubernur itu pimpin rapat, mendengarkan semua pihak di internal, dengan Forkopimda, dengan satgas pusat, dengan para pakar, ahli yang semua sampaikan fakta dan data apa adanya, kita putuskan bersama," kata Riza.

Meski ada kemungkinan ditariknya kembali rem darurat, namun tidak menutup kemungkinan juga kembali dilakukan pelonggaran jika ternyata ada penurunan kasus di DKI.

Baca juga: 23 pasien OTG Graha Ragunan diperbolehkan pulang

"Sebaliknya, kalau memang itu cukup, standar baik ya tetap seperti sekarang (PSBB transisi), dan kalau semakin baik lagi, bisa saja ada pelonggaran lagi. Jadi, semua keputusan itu sangat bergantung pada fakta dan data," kata Riza.

Untuk mendorong hasil yang baik dalam evaluasi penanganan pandemi COVID-19, Riza pun mengharapkan adanya kesadaran masyarakat termasuk pengusaha maupun perkantoran untuk terus disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Ia pun secara khusus meminta keluarga-keluarga di rumah lebih ketat lagi menjalankan 3M yaitu mencuci tangan, mejaga jarak, menggunakan masker agar tidak timbul klaster keluarga.

Baca juga: DKI izinkan jenazah COVID-19 dimakamkan di luar TPU khusus

"Mohon dukungan dari semua masyarakat, termasuk klaster keluarga yang terus meningkat. Di rumah kami minta tetap melaksanakan protokol kesehatan," tutup Riza.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cerita Wagub Ahmad Riza Patria sembuh dari COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar