KKP kolaborasi tingkatkan pengelolaan kawasan pesisir di Aceh

KKP kolaborasi tingkatkan pengelolaan kawasan pesisir di Aceh

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, TB. Haeru Rahayu. ANTARA/HO-KKP

pastikan implementasinya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh serta Universitas Teuku Umar dalam rangka meningkatkan pengelolaan kawasan pesisir di Aceh yang masih besar peluangnya untuk diberdayakan.

"Potensi kelautan dan perikanan yang dihasilkan dari perairan Aceh seluas 295.370 kilometer persegi dapat dikelola untuk pemanfaatan yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Oleh karenanya, dibutuhkan kerja sama dalam pengelolaannya," kata Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, TB. Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Haeru menjelaskan lingkup kerja sama yang dimaksud dilakukan dalam rangka pemantauan rehabilitasi habitat perlindungan dan pemanfaatan jenis ikan, peningkatan kapasitas sumberdaya manusia, serta pemahaman dan kesadaran masyarakat.

Ia mengutarakan harapannya agar perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani KKP dengan dinas Kelautan dan Perikanan Aceh serta Univeraitas Teuku Umar pada 21 Desember 2020 itu ke depannya tidak hanya menjadi simbol semata.

"Setelah ditandatangani, pastikan implementasinya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak," ujarnya.

Haeru menyampaikan bahwa perjanjian kerja sama yang akan berlangsung selama tiga tahun ini meliputi pengawasan kawasan konservasi, pengembangan penelitian pendidikan dan pengabdian masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, pengumpulan pengembangan sosialisasi, serta didukung oleh publikasi data dan informasi secara masif.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh, Ilyas pada kegiatan penandatangan tersebut menyampaikan bahwa DKP Provinsi Aceh sangat menyambut baik sinergi dengan pemerintah pusat dan akademisi tersebut khususnya dalam mengelola kawasan pesisir Aceh.

Sejalan dengan Ilyas, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar M. Ali berterima kasih atas pelibatan FPIK UTU dalam upaya mengelola pesisir dan pulau-pulau kecil di Aceh secara bersama.

Sebagaimana diketahui, sejak beberapa tahun lalu , Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memulai upaya rehabilitasi dan restorasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Upaya tersebut saat ini disinergikan ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Pembangunan Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP) dalam bentuk pembangunan tracking mangrove.

Sekretaris Ditjen PRL, Hendra Yusran Siry menuturkan pembangunan PRPEP adalah upaya KKP dalam mengembalikan ekosistem yang asri, tetapi juga memberikan dampak positif untuk masyarakat.

Dalam pelaksanaanya, lanjut Hendra, PRPEP tak hanya berfungsi sebagai laboratorium alam, namun juga difungsikan sebagai destinasi wisata masyarakat maupun wisata ilmiah.

Baca juga: Pengetahuan dan kearifan lokal dukung pengelolaan wilayah pesisir
Baca juga: Dua investor siap garap pengelolaan wisata di pesisir Trenggalek
Baca juga: Hasil kerja TGUPP jadi rujukan pengelolaan kawasan pesisir Jakarta

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Imigrasi Pontianak deportasi 27 pencuri ikan asal Vietnam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar