BPBD DKI imbau warga waspadai potensi hujan petir tiga hari kedepan

BPBD DKI imbau warga waspadai potensi hujan petir tiga hari kedepan

Dokumentasi - Seorang warga membawa payung saat melintas di Kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (16/10/2020). Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim hujan di Indonesia telah berlangsung dari bulan Oktober dan diprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari hingga Februari 2021. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

penyebab cuaca ekstrim dikarenakan sirkulasi siklonik di Selat Karimata yang membentuk konvergensi memanjang dari Kalimantan Tengah ke Utara
Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau warga Ibu Kota untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir/kilat dan angin kencang yang diperkirakan terjadi dalam kurun waktu tiga hari ke depan.

Imbauan ini disampaikan melalui informasi peringatan dini yang disiarkan melalui akun Twitter BPBD DKI Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Perahu COVID-19 dipastikan siaga di pengungsian banjir

"Peringatan dini cuaca tiga hari ke depan, durasi tanggal 2 - 4 Januari 2021, berpotensi hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah DKI Jakarta," sebut peringatan dini  BPBD DKI Jakarta yang mengacu informasi  dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dalam unggahan informasi peringatan dini tersebut dijelaskan penyebab cuaca ekstrim dikarenakan sirkulasi siklonik terpantau di Selat Karimata yang membentuk konvergensi memanjang dari Kalimantan Tengah ke  Kalimantan Utara.

Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Baca juga: Wagub DKI pastikan pencegahan banjir berjalan optimal

Masih dalam unggahan tersebut menyebutkan, daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terjadi memanjang di Aceh, di Pesisir Barat Sumatera Barat, hingga Lampung, di Pesisir Selatan Jawa Barat, NTB, dari Sulawesi Barat hingga Sulawesi Tenggara.

Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Baca juga: BPBD DKI imbau warga waspadai fenomena awal La Nina dan MJO

BPBD DKI juga mengimbau kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para camat dan lurah di daerah rawan banjir atau longsor agar mengantisipasi potensi cuaca tersebut.

Imbauan juga ditujukan untuk Pekerja Penyedia Sarana Prasana Umum (PPSU) dan Satgas Banjir/Petugas Kebersihan Luar Gedung (PKLG) Dinas SDA kecamatan.

"Hubungi 112 apabila membutuhkan bantuan," keterangan dalam unggahan BPBD tersebut.

Dalam informasi peringatan dini tersebut, juga juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker dan menghindari kerumunan.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar