Laporan dari China

Kejutan awal tahun Tesla, model baru dihargai Rp700 jutaan di China

Kejutan awal tahun Tesla, model baru dihargai Rp700 jutaan di China

Foto yang diabadikan pada 26 Oktober 2020 ini menunjukkan kendaraan Tesla Model 3 yang diproduksi di China di pabrik raksasa Tesla yang terletak di Shanghai, China timur. ANTARA FOTO/Xinhua/Ding Ting/pras.

Beijing (ANTARA) - Produsen mobil listrik kelas atas asal Amerika Serikat Tesla membuat kejutan awal tahun untuk konsumennya di China dengan meluncurkan mobil model baru dengan harga pada kisaran Rp700 jutaan.

Tesla bakal meluncurkan dua versi model Y buatan China pada Februari dengan kisaran harga 339.900 yuan atau sekitar Rp739,5 juta untuk versi performa dan 369.900 yuan (Rp804,7 juta) untuk versi long range, demikian dilaporkan Global Times, Minggu.

Sebelumnya harga model Y versi performa dibanderol 535.000 yuan (Rp1,16 miliar) dan versi long range 488.000 yuan (RpRp1,06 miliar) sebagaimana dikutip dari sina.com.

Tentu saja peluncuran mobil listrik kelas premium tersebut menghangatkan obrolan di media sosial terpopuler di China, WeChat.

Beberapa warganet berkomentar bahwa Tesla merupakan industri otomotif terbaik, sedangkan warganet lainnya beranggapan bahwa Tesla telah menciptakan iklim persaingan mobil listrik yang sehat di China.

Beberapa media lainnya bahkan melaporkan jumlah pemesanan telah mencapai angka 100.000 dalam tempo 10 jam.

Namun orang dalam Tesla menganggap jumlah 100.000 sangat berlebihan, sebagaimana dikutip yicai.com.

Meskipun demikian, orang dalam tersebut berjanji akan segera mendistribusikan dua versi terbaru model Y itu ke sejumlah dealer Tesla di seluruh China daratan.

Pada 2019, Tesla membangun pabrik raksasa di Shanghai. Pada Januari 2020, perusahaan cabang barunya itu telah berhasil memproduksi mobil model 3 untuk pasaran China.

Di tengah perhatian dunia akan pesatnya pembangunan pusat teknologi terbarunya di China, Tesla menghadapi beberapa insiden yang mengancam keselamatan penggunaan mobil buatannya dalam beberapa tahun terakhir.

Yang terbaru adalah video insiden kecelakaan model 3 saat pengemudi menggunakan mode autopilot.

Tesla pada Sabtu (2/1) merilis hasil penyelidikannya berdasarkan analisis dan temuan di lokasi bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena kemiringan jalan hingga menyebabkan apa yang disebut energi geopotensial.

Manajemen Tesla sedang menanyai pemilik mobil yang selamat dalam kecelakaan itu. 

Baca juga: Korea Selatan selidiki kecelakaan Tesla Model X

Baca juga: Tesla beroperasi di India awal 2021

Baca juga: Jaguar akan bangun kendaraan listrik saingi Tesla


 

Kendaraan listrik jadi budaya masa depan, murah dan ramah lingkungan

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar