Sejumlah selebritas sampaikan duka atas jatuhnya Sriwijaya Air SJ182

Sejumlah selebritas sampaikan duka atas jatuhnya Sriwijaya Air SJ182

Petugas berjaga di Posko Crisis Center Sriwijaya Air SJ 182 di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA FOTO/Fauzan/foc.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah selebritas Indonesia turut memberikan ucapan belasungkawa atas kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak.

Aktor Teuku Wisnu melalui akun Instagram resminya membagikan unggahan yang disertai doa dan harapan kepada para korban Sriwijaya Air SJ182

"Teriring doa dan duka cita yang mendalam untuk keluarga korban yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan kesabaran. Semoga para korban juga husnul khatimah. Aamiin⁣," tulis Teuku Wisnu, dikutip Minggu.

Suami Shireen Sungkar itu juga memberikan doa kepada tim SAR dan TNI yang tengah berupaya mencari korban Sriwijaya Air SJ182.

"Tak lupa kepada seluruh tim SAR yang sedang berjuang dalam pencarian, semoga diberikan kesehatan," sambungnya.

Baca juga: Sederet fakta dan kecelakaan Boeing 737-500 di seluruh dunia

Baca juga: Permintaan maaf Kapten Afwan


Duka yang mendalam juga dirasakan oleh selebritas sekaligus anggota DPR, Krisdayanti. Istri dari Raul Lemos itu membagikan unggahan video yang menampilkan pesawat Sriwijaya Air.

“Innalilahi wainnalilahirajiun. My sincere condolences are extended to the families and friends of those who lost their lives so tragically in the @sriwijayaair plane crash on this day of mourning," tulis Kridayanti dalam keterangan unggahan Instagram.

Tak ketinggalan aktor Gading Marten juga berharap agar korban pesawat Sriwijaya Air SJ108 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

"Semoga cepat ditemukan," ujar Gading Marten dalam unggahan Instastory.

Sementara itu, penyanyi Anggun C. Sasmi juga ikut memanjatkan doa untuk pencarian pesawat Sriwijaya Air.

"Panjat doa untuk Sriwijaya Air," tutur penyanyi Anggun melalui kicauan di akun Twitter.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sejumlah armada angkatan laut milik TNI dikerahkan, sekitar 10 kapal diterjunkan ke lokasi diduga jatuhnya pesawat di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Di antara kapal-kapal TNI AL yang dikerahkan yakni KRI Teluk Gilimanuk-531 mengangkut para kru SAR dan juga awak media. Lalu KRI Rigel-933 milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Baca juga: SAR temukan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dan potongan tubuh

Baca juga: Polairud kerahkan 64 penyelam cari Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang

Baca juga: SJ 182 jatuh, YLKI minta pemerintah awasi maskapai lebih ketat lagi

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

59 korban Sriwijaya Air SJ182 telah teridentifikasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar