Pamekasan dirikan dapur umum untuk korban banjir

Pamekasan dirikan dapur umum untuk korban banjir

Dapur umum untuk korban banjir di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. ANTARA/Abd Aziz.

Pamekasan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, mendirikan dapur umum untuk para korban banjir di 13 desa/kelurahan di wilayah itu sebagai upaya untuk membantu kebutuhan makanan dan minuman bagi warga yang belum bisa memasak akibat genangan banjir belum surut.

"Dapur umum untuk para korban banjir kita letakkan di Balai Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan," kata Supervisor Penanggulangan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Budi Cahyono di Pamekasan, Selasa.

Berbagai jenis kebutuhan logistik diantaranya, seperti mie instan, dan air mineral berasal dari sumbangan para relawan dan pengusaha yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Pamekasan.

Tim gabungan dari berbagai elemen masyarakat ini proaktif menggalang berbagai jenis kebutuhan korban banjir dengan menggerakkan semua elemen yang memiliki potensi berbeda dan tergabung di forum ini.

Baca juga: Pemkab Pamekasan kerahkan ASN bersihkan lumpur banjir

Baca juga: Banjir di Pamekasan kian meluas


Budi menjelaskan dapur umum tetap didirikan meski banjir di sebagian besar daerah terdampak telah surut karena beberapa pertimbangan.

"Pertama, selain karena memang masih ada rumah warga yang tergenang banjir hingga saat ini, juga karena prakiraan hujan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, sehingga potensi banjir masih memungkinkan terjadi di Pamekasan ini," katanya, menjelaskan.

Kedua, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam meminta agar layanan cepat dan tanggap pada semua korban banjir harus digiatkan.

"Instruksi Pak Bupati saat memantau langsung korban banjir di Pamekasan tadi malam, mewanti-wanti agar masyarakat korban banjir benar-benar merasakan dan kehadiran pemerintah dalam membantu mereka," kata Budi.

Selain mengkomunikasikan kebutuhan korban banjir dalam waktu dekat FPRB Pamekasan juga mengkomunikasi penanganan banjir di Pamekasan dengan instansi dinas terkait dalam jangka panjang, agar masalah banjir tidak menjadi persoalan tahunan di Kabupaten Pamekasan.

Sebelumya saat meninjau korban banjir, Senin (11/1) malam Bupati Pamekasan Baddrut Tamam meminta agar tim penanggulangan bencana awas dalam mendata para korban banjir di Pamekasan, proaktif dalam menangani dan membantu para korban.

Koordinasi lintas sektor, kata dia, penting dilakukan, dan laporan cepat yang akurat oleh tim lapangan sangat dibutuhkan, sehingga penanganan korban banjir bisa maksimal.

"Terima kasih kepada semuanya yang telah membantu, melayani masyarakat dengan cepat, dan ayo kita tunjukkan kinerja kita lebih baik lagi," kata Baddrut Tamam.*

Baca juga: Banjir genangi perkampungan warga di tiga kecamatan

Baca juga: Banjir landa Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar