Menhub ungkap 3 instruksi Presiden Jokowi terkait jatuhnya SJ 182

Menhub ungkap 3 instruksi Presiden Jokowi terkait jatuhnya SJ 182

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan keterangan pers terkait perkembangan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11-1-2021). (ANTARA FOTO/Fauzan/hp.)

Dalam kesempatan pertemuan tadi Presiden Joko Widodo diinstruksikan rapat di sini untuk melanjutkan langkah-langkah percepatan berikut
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebutkan tiga instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan kecelakaan pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ 182.

“Dalam kesempatan pertemuan tadi Presiden Joko Widodo diinstruksikan rapat di sini untuk melanjutkan langkah-langkah percepatan berikut,” kata Menhub Budi Karya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Tiga instruksi tersebut yakni penanganan musibah harus cepat untuk mendapatkan kotak hitam agar ditemukan dan diambil jenazah korban dan potongan tubuh pesawat.

Baca juga: Menhub ditelepon Presiden Jokowi lebih 5 kali "update" Sriwijaya Air

“FDR (Flight Data Recorder) sudah ditemukan,” ujar Menhub Budi Karya.

Kedua, asuransi serta santunan harus segera diberikan kepada keluarga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketiga, penyebab kecelakaan harus segera ditemukan dan dijadikan pelajaran untuk meningkatkan kinerja penerbangan nasional.

Tim penyelam TNI Angkatan Laut telah berhasil menemukan kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Selasa sekitar pukul 16.20 WIB.

Kotak hitam kemudian akan segera diserahkan kepada KNKT untuk segera diunduh datanya dan diinvestigasi guna mengungkap misteri penyebab kecelakaan tersebut.

Baca juga: Kotak hitam Sriwijaya Air ditemukan

Baca juga: Kotak hitam Sriwijaya Air dibawa ke JICT


TNI bersama Tim Gabungan juga tengah menyiapkan rencana pengangkatan potongan besar pesawat dengan menggunakan kapal yang memiliki alat crane untuk mengangkut benda besar.

Tim SAR Gabungan akan terus mengumpulkan potongan pesawat dan lainnya hingga proses pencarian dinyatakan selesai.

Saat ini pencarian juga difokuskan untuk menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR), KNKT telah menyiapkan tiga unit Ping Locater Finder dan alat pendeteksi objek di bawah laut yang ada pada Kapal Baruna Jaya IV miliki Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Baca juga: Kapal riset canggih yang mampu lihat dasar laut dikerahkan cari SJ 182

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menhub tinjau penerapan GeNose C19 di Bandara Husein Sastranegara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar