India bersiap jalankan proses "vaksinasi terbesar dunia"

India bersiap jalankan proses "vaksinasi terbesar dunia"

Seorang paramedis menyuntikkan vaksin anti penyakit virus corona (COVID-19)pada seorang tenaga kesehatan dalam uji coba di Rumah Sakit Sipil di Ahmedabad, India, Selasa (5/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Amit Dave/hp/cfo

Hari ini menandai fase yang panjang dan menentukan dalam perjuangan India melawan pandemi, dan SpiceJet bangga dalam membantu proses vaksinasi terbesar dalam sejarah umat manusia,
New Delhi/Bengaluru (ANTARA) - Maskapai asal India, SpiceJet, menerbangkan kiriman vaksin COVID-19 dari Kota Pune ke Ibu Kota New Delhi pada Selasa, sebagai persiapan untuk apa yang disebut pihak maskapai sebagai proses vaksinasi terbesar di dunia.

Maskapai swasta tersebut akan mengirimkan vaksin curah ke sejumlah kota, seiring dengan upaya otoritas negara-negara bagian untuk meluncurkan proses distribusi.

"Hari ini menandai fase yang panjang dan menentukan dalam perjuangan India melawan pandemi, dan SpiceJet bangga dalam membantu proses vaksinasi terbesar dalam sejarah umat manusia," kata Direktur SpiceJet Ajay Singh.

Infeksi COVID-19 di India meningkat 12.584 kasus pada Selasa --penambahan harian terendah dalam beberapa bulan terakhir, sehingga jumlah keseluruhan kini mencapai 10,48 juta dan jumlah kematian tercatat sebanyak 151.327 kasus, naik 167 kasus dari hari sebelumnya.

Para pejabat otoritas kesehatan di beberapa negara bagian India menyatakan bahwa mereka telah siap untuk menerima kiriman vaksin tersebut.

Di Negara Bagian Gujarat, wilayah kampung halaman Perdana Menteri Narendra Modi, para pejabatnya menyebut distribusi vaksin merupakan prioritas utama mereka.

"Vaksin-vaksin ini akan dibawa dari bandara ke tempat penyimpanan dingin, dan dikirimkan dengan cepat ke lokasi lokasi vaksinasi," ujar Nitin Patel, wakil menteri Negara Bagian Gujarat.

Pada hari yang sama, pemerintahan Modi menandatangani kesepakatan dengan produsen vaksin yang berbasis di Kota Pune, yakni Serum Institute of India, untuk membeli vaksin Covishield, sepekan setelah otoritas menyetujui penggunaannya.

Pejabat senior pemerintahan sedang membahas rincian kesepakatan dengan Serum Institute, dan mengharapkan harga vaksin dapat turun menjadi di bawah tiga dolar AS (di bawah Rp42.000) per satu dosis. Negosiasi itu sempat menunda pelaksanaan program vaksinasi.

Sumber: Reuters

Baca juga: India setujui vaksin COVID-19 AstraZeneca/Oxford dan buatan lokal

Baca juga: Menlu India berharap vaksin COVID-19 dapat segera diekspor


 

Remdesivir, obat COVID-19 buatan India siap dipasarkan

Penerjemah: Suwanti
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar