Sosok kapolri harus memiliki kedekatan emosional dengan presiden

Sosok kapolri harus memiliki kedekatan emosional dengan presiden

Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr H Sutarto Hadi. (ANTARA/Firman)

Kapolri ini kan akan membantu tugas-tugas presiden sehari-hari
Banjarmasin (ANTARA) - Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr H Sutarto Hadi menilai sudah sewajarnya sosok kepalan kepolisian RI (kapolri) harus memiliki kedekatan emosional dengan presiden.

"Kapolri ini kan akan membantu tugas-tugas presiden sehari-hari dalam kaitan keamanan dan ketertiban masyarakat. Jika keduanya memiliki ikatan emosional yang bagus, maka itu menjadi nilai plus," kata dia, di Banjarmasin, Jumat.

Secara pribadi, Sutarto mengaku cukup mengikuti kiprah Komjen Listyo Sigit Prabowo yang kini jadi calon tunggal Kapolri menggantikan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang segera pensiun.

Menurut dia, Listyo memiliki prestasi bagus dan kinerja luar biasa. Berbagai macam persoalan keamanan bisa diselesaikan termasuk selama menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) sejak 2019.

Salah satu contoh kasus yang menonjol berhasil diungkap, yakni penangkapan Djoko Tjandra buronan kelas kakap dalam kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali serta pengungkapan kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan serta sejumlah kasus besar lainnya.

Atas dasar itu, Sutarto pun mendukung sepenuhnya Listyo sebagai Kapolri yang menjadi pilihan terbaik saat ini di antara sosok jenderal bintang tiga lainnya di Polri.

"Listyo memiliki komitmen tinggi memajukan institusi Polri, jadi saya yakin Polri semakin baik kinerjanya ke depan dan pastinya bisa menjalin hubungan harmonis dengan stakeholder dan seluruh masyarakat, sebagaimana hubungan yang sangat baik antara ULM dan Polda Kalsel selama ini," katanya pula.
Baca juga: Calon Kapolri pilihan Jokowi dinilai bawa kesejukan di Tanah Air
Baca juga: Pakar paparkan tantangan Listyo sebagai calon Kapolri

 

Pewarta: Firman
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar