Turki akan tangkap 238 orang diduga terkait dengan Gulen

Turki akan tangkap 238 orang diduga terkait dengan Gulen

Presiden Turki Tayyip Erdogan menghadiri upacara peringatan Hari Kemenangan ke-98 di Anitkabir, makam pendiri Turki modern Ataturk, di Ankara, Turki, Minggu (30/8/2020). (ANTARA FOTO/Presidential Press Office/Handout via REUTERS/AWW/djo)

Istanbul (ANTARA) - Pemerintah Turki telah memerintahkan penangkapan 238 orang dalam operasi yang menargetkan para personel militer yang diduga terkait dengan Fethullah Gulen, kantor berita Turki Anadolu melaporkan pada Selasa.

Fethullah Gulen adalah seorang ulama Turki yang menurut pemerintah Turki telah menjadi dalang dalam upaya kudeta yang gagal pada 2016.

Operasi yang menargetkan orang-orang terkait dengan Gulen itu mencakup 60 provinsi dan merupakan bagian dari tindakan keras pemerintah Turki selama empat tahun terhadap jaringan Fethullah Gulen --yang sekarang sedang berlindung di Amerika Serikat.

Gulen sendiri selama ini membantah bahwa ia terlibat dalam upaya kudeta pada Juli 2016, yang menewaskan lebih dari 250 orang.

Anadolu mengabarkan bahwa 160 orang telah ditahan dalam penggerebekan terakhir oleh polisi atas perintah jaksa di Izmir.

Selanjutnya, Anadolu menyebutkan bahwa sejumlah orang juga dicurigai dan menjadi sasaran di Siprus utara --tempat militer Turki dikerahkan.

Di antara para tersangka yang ditahan adalah 218 personel militer yang masih bertugas, termasuk enam kolonel, tiga letnan kolonel dan sembilan mayor, kata Anadolu.

Sejak upaya kudeta, sekitar 80.000 orang telah ditahan sambil menunggu persidangan. Sekitar 150.000 pegawai negeri, personel militer dan lainnya telah dipecat atau diskors. Selain itu, lebih dari 20.000 orang telah dikeluarkan dari militer Turki.

Sumber: Reuters

Baca juga: Turki jatuhkan hukuman seumur hidup kepada para pemimpin kudeta 2016

Baca juga: Pengadilan Turki vonis pegawai konsulat AS atas kasus terorisme


 

Kepolisian Turki sita 658 artefak bersejarah di Istanbul


​​​​

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar