2.301 tenaga kesehatan di Surabaya telah divaksin COVID-19

2.301 tenaga kesehatan di Surabaya telah divaksin COVID-19

Ilustrasi - Petugas kesehatan menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac saat vaksinasi tahap pertama di Puskesmas Jurang Mangu, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (15/1/2021). ANTARA FOTO/Fauzan/foc/pri.

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 2.301 dari 33.993 tenaga kesehatan (nakes) di Kota Surabaya, Jawa Timur, telah disuntik vaksin COVID-19 pada gelombang pertama.

"Ini masih terus bertambah setiap harinya karena pelaksanaannya secara bertahap. Namun, ada pula nakes yang belum lolos skrining," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Selasa.

Berdasarkan data yang tercatat di Dinkes Surabaya hingga Senin (18/1), total nakes yang telah divaksin COVID-19 sebanyak 2.301 orang. Dari 2.301 orang penerima vaksin itu merupakan nakes yang lolos tahap skrining dan sudah divaksinasi.

Ribuan nakes yang telah menerima vaksinasi itu bekerja di 109 Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) baik rumah sakit maupun puskesmas yang tersebar di Kota Surabaya.

Baca juga: Ketua DPRD Surabaya punya pengalaman unik saat divaksin pertama kali

Baca juga: Pemprov Jatim siapkan ICU Mini untuk penerima pertama vaksin COVID-19


Feny sapaan akrab Febria Rachmanita mengatakan untuk saat ini sekitar 203 nakes yang tidak lolos tahap skrining karena sebagian dari mereka memiliki komorbid atau penyakit bawaan seperti hipertensi, gastritis serta kelainan darah dan beberapa faktor lainnya. Bahkan, ada beberapa nakes yang tengah menyusui maupun hamil.

"Jumlahnya untuk hipertensi ada sekitar 23 orang. Lalu nakes menyusui ada 10 orang, kemudian gastritis ada lima, serta ada pula yang penyintas dan komorbid lain yang tidak boleh divaksin," katanya.

Namun, kata Feny, hingga Selasa ini para nakes masih melakukan vaksinasi secara bertahap sesuai dengan jadwal. Sedangkan total sasaran nakes penerima vaksin di Surabaya sebanyak 33.993 orang. Sementara nakes yang sudah mendaftar ulang atau verifikasi sebanyak 26.801 orang.

"Artinya, masih ada yang menunggu SMS blast dan verifikasi data," katanya.

Meskipun telah menerima vaksin, para nakes diminta untuk tetap disiplin ketat protokol kesehatan mulai dari menjaga jarak, mengenakan masker serta mencuci tangan. Ia juga berharap dari vaksin dan disiplin prokes ini, COVID-19 dapat segera hilang dari Kota Surabaya.

"Semoga virus ini segera hilang dari kota kita tercinta. Tetap jaga kesehatan, dan jauhi kerumunan," katanya.*

Baca juga: 1.950.000 warga Surabaya jadi calon penerima vaksin COVID-19

Baca juga: 12 nama disiapkan ikut vaksin pertama kali di Surabaya

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Siaga krisis kesehatan, IDI kukuhkan Emergency Medical Team

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar