Realisasi program PEN di Bengkulu capai Rp2.265 triliun

Realisasi program PEN di Bengkulu capai Rp2.265 triliun

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu, Ismed Saputra. (Foto ANTARA/Carminanda).

Bengkulu (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu mencatat, realisasi program pemulihan ekonomi Nasional (PEN) selama tahun 2020 di daerah itu mencapai Rp2.265 triliun lebih.

"Dari empat kluster penyaluran yaitu kluster kesehatan, kluster perlindungan sosial, kluster UMKM, dan klaster sektoral kementerian, lembaga dan Pemda nilainya mencapai Rp2.265.793.135.320," kata Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu Ismed Saputra, Rabu.

Dia menjelaskan, dari total itu, klaster perlindungan sosial menjadi klaster yang paling banyak terealisasi yaitu Rp1.352 triliun lebih.

Rinciannya, realisasi program keluarga harapan (PKH) kepada 758,599 keluarga penerima manfaat (KPM) senilai Rp316 miliar lebih. Bantuan pangan non tunai (BPNT) kepada 1,737,132 KPM senilai Rp334 miliar lebih.

Kemudian, bantuan sosial tunai (BST) kepada 476,411 PKM senilai Rp195 miliar lebih. Program prakerja kepada 73,820 orang senilai Rp262 miliar lebih dan program subsidi upah kepada 97,144 orang senilai Rp116 miliar lebih.

Lalu, program bantuan langsung tunai (BLT) dana desa kepada 236,732 KPM senilai Rp127 miliar lebih dan bantuan beras PKH sebanyak senilai Rp3.846.780.

Kemudian klaster UMKM senilai Rp566 miliar lebih dengan rincian subsidi bunga KUR terhadap 92,749 debitur senilai Rp62 miliar lebih, subsidi bunga non KUR terhadap 66,146 debitur senilai Rp66 miliar lebih, BPUM senilai Rp236 miliar lebih dan penempatan dana pemerintah senilai Rp200 miliar.

"Untuk program penempatan dana pemerintah itu kita tempatkan di Bank Bengkulu dengan nilai Rp200 miliar dengan catatan bank tersebut harus menyalurkan kredit ke masyarakat sebanyak dua kali lipat atau Rp400 miliar," ucapnya.

Ismed menambahkan, dua klaster lainnya yaitu klaster kesehatan dan klaster sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah nilainya masing-masing mencapai Rp7.4 miliar lebih dan Rp339 miliar lebih.

Klaster kementerian tersebut melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Kalau secara nasional realisasi penyaluran program PEN per tahun 2020 nilainya mencapai Rp331 miliar lebih," demikian Ismed.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu, Ismed Saputra. (Foto ANTARA/Carminanda).

Pewarta: Carminanda
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden lantik Gubernur-Wakil Gubernur Sumbar, Kepri, dan Bengkulu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar