Pemerintah pantau kematian akibat Vaksin Pfizer di Norwegia

Pemerintah pantau kematian akibat Vaksin Pfizer di Norwegia

Ilustrasi - Tangan perempuan memegang botol kecil berlabel "vaksin virus corona COVID-19 dan logo perusahaan farmasi Pfizer. (File Photo (REUTERS/DADO RUVIC))

Itu menjadi patokan utama, setelah itu baru bicara pertimbangan harga dan seterusnya
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan memantau peristiwa kematian manula yang diakibatkan Vaksin Pfizer di Norwegia, untuk selanjutnya mengevaluasi penggunaan vaksin tersebut.

"Pasti pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan BPOM akan mengevaluasi itu," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan ada tiga hal yang menjadi dasar dalam memilih vaksin, yakni vaksin harus aman, halal, dan berkaitan dengan efektivitasnya.

"Itu menjadi patokan utama, setelah itu baru bicara pertimbangan harga dan seterusnya," ujar dia.

Baca juga: Gunakan vaksin yang ada dan efikasi di atas 50 persen

Moeldoko mengatakan kabar kematian itu baru dilaporkan satu negara.

Ia mengatakan BPOM akan mengevaluasi juga kasus yang terjadi di negara lain, yang menggunakan vaksin serupa sebagai prioritasnya.

"Ini kan baru satu negara. Sudah dinyatakan negara tersebut divaksinkan ke manula, tapi kan perlu dilihat negara lain lagi yang juga menggunakan Pfizer, tingkat risikonya seperti apa," kata dia.

Dia menyampaikan penentuan evaluasi akan berdasarkan hasil monitor dan evaluasi berbagai negara yang menggunakan vaksin tersebut.

Baca juga: WHO: Peluncuran terbatas vaksin COVID Pfizer-BioNTech akhir Januari
Baca juga: Amerika Serikat izinkan penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Moeldoko minta pengusaha dan petaniĀ  sawit perbaiki tata kelola perkebunan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar