Kenaikan biaya listrik selama WFH bisa ditekan

Kenaikan biaya listrik selama WFH bisa ditekan

Pemanfaatan cahaya alami dapat mengurangi penggunaan listrik pada hunian. ANTARA/Ho-Bhakti Agung.

penggunaan rumah tangga masih bisa ditekan, tentunya dengan memperhatikan kebiasaan penghuni
Jakarta (ANTARA) - Kenaikan biaya pemakaian listrik selama bekerja dari rumah (work from home/ WFH) selama masa pandemi COVID-19 merupakan hal wajar, namun sebenarnya masih bisa ditekan, kata seorang praktisi manajemen apartemen di Jakarta, Kamis.

"Mengutip dari data kenaikan listrik dari PLN sebenarnya untuk penggunaan rumah tangga masih bisa ditekan, tentunya dengan memperhatikan kebiasaan penghuni," kata Direktur Opersional Inner City Management (ICM) Krisdiarto Adi Pranoto, yang perusahaannya bergerak di bidang manajemen apartemen ini.

Ia menjelaskan, sebelumnya PLN pernah menyebut untuk rumah tangga rata-rata mengalami kenaikan 4,7 persen, namun hal ini tidak terjadi di perkantoran, industri dan rumah ibadah yang justru mengalami penurunan.

Kuncinya, jelas Krisdiharto dengan mengubah perilaku pengguna, antara lain menggunakan pencahayaan alami (matahari).

Baca juga: Teknologi lampu penerangan jalan Philips di Jakarta hemat 50 persen

"Optimalkan pencahayaannya di rumah maka akan dapat menghemat penggunaan listrik," katanya.

Lantas, lanjut dia, memeriksa perangkat elektronik yang kerap dipergunakan di rumah seperti AC, kulkas, dispenser, penanak nasi apakah masih bisa diganti dengan yang memiliki daya jauh di bawahnya.

Namun kalau tidak ada, tegasnya, maka bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaannya.

Oleh karena itu, dia menyarankan dengan cara yang paling mudah dan murah bisa dimulai dari penggunaan lampu dengan mengganti yang memiliki daya lebih rendah, namun kemampuannya sama.

"Kontribusi dari penggantian lampu ini bisa sangat signifikan untuk menekan biaya listrik," ungkap Krisdiharto.

Baca juga: Pengembang hemat 150.000 Watt dalam "Earth Hour"

Ia menyebut, saat ini banyak dijajakan lampu "light emitting diode" (LED), meskipun harganya lebih mahal namun memiliki daya lebih rendah serta memiliki daya tahan yang lebih bagus dengan  pencahayaan tidak kalah dengan lampu pijar biasa.

Hal lain, yang bisa dilakukan adalah memperhatikan sirkulasi udara dengan membuka semua jendela yang ada di rumah untuk menggantikan fungsi mesin pendingin (AC).

Krisdiharto juga meminta untuk memperhatikan kabel-kabel tidak terpakai seperti televisi, pengisi daya telepon seluler atau komputer untuk dicabut.

"Selain membuat listrik mengalir percuma, hal ini juga berbahaya karena memicu korsleting listrik," katanya.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar