Warga korban Gempa Mamuju masih bertahan di tenda-tenda darurat

Warga korban Gempa Mamuju masih bertahan di tenda-tenda darurat

Balita dan anak-anak berada di tenda pengungsian di luar halaman Stadion Manakarra, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (21/1/2020). ANTARA/Fauzi Lamboka

Mamuju (ANTARA) - Sejumlah warga korban gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, masih bertahan di sejumlah posko-posko pengungsian di daerah itu.

Dari pantauan pada Sabtu sore di salah satu kamp pengungsi di kawasan Stadion Manakarra Mamuju terlihat, tenda-tenda pengungsi masih dipenuhi warga yang tetap bertahan karena khawatir masih terjadi gempa susulan.

"Saya bersama keluarga masih akan tetap bertahan di sini (Stadion Manakarra Mamuju) sampai ada pemberitahuan resmi dari pemerintah bahwa situasi betul-betul sudah aman," kata seorang pengungsi Amri.

Ia mengaku, sebagian warga yang sempat mengungsi di Stadion Manakarra Mamuju, bahkan mengungsi ke luar Kota Mamuju karena belum merasa aman

"Ada sebagian pengungsi yang ke luar Kota Mamuju, seperti Topoyo dan Karossa Mamuju Tengah karena khawatir dan selalu was-was akan terjadi gempa susulan," kata warga tersebut.

Sementara, sebagian lagi lanjutnya, ada yang kembali ke rumah karena merasa sudah aman.

"Ada juga yang sudah pulang dan mulai membersihkan rumahnya. Tapi, mereka masih tidak berani tidur di dalam rumah tetapi tidur di teras rumah," tuturnya.
Sejumlah pengungsi mengantri bantuan logistik yang terdampak gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (21/1/2021). ANTARA FOTO/Akbar Tado/foc.

Sementara, salah seorang pengungsi di Kantor Bupati Mamuju juga mengaku lebih memilih tetap menempati tenda-tenda darurat dibanding kembali ke rumahnya yang juga retak akibat diguncang gempa.

"Kami masih memilih tinggal di sini (Kantor Bupati Mamuju) karena masih khawatir dan trauma kalau harus tinggal di rumah," ujar pengungsi tersebut.

Ia mengaku, sudah banyak relawan yang memberikan bantuan, termasuk ketersediaan air bersih di lokasi pengungsian tersebut cukup baik.

"Kalau bantuan Alhamdulillah selalu ada. Air bersih juga lumayan dan dapur umum juga sudah dibuat oleh TNI. Kami berharap, sudah tidak ada gempa lagi sehingga setelah masa tanggap darurat, kami bisa kembali ke rumah," ujarnya.

Dari pantauan di lokasi pengungsian di kawasan Kantor Bupati Mamuju terlihat, puluhan tenda-tenda darurat dirikan untuk menampung warga yang mengungsi akibat gempa.

Hampir seluruh halaman kantor Bupati Mamuju, termasuk pada bagian depan dan samping, berdiri tenda-tenda darurat.

Baca juga: Bantuan bencana gempa di Sulbar dipastikan terdistribusi merata

Baca juga: Masih ada korban meninggal di Rangas-Mamuju belum terdata


Baca juga: Legislator minta Pemprov Sulbar penuhi hak kaum rentan di pengungsian


 

Pewarta: Amirullah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bantuan rendang masyarakat Minang untuk korban gempa Mamuju

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar