Anti Hoax

Dokter di Palembang tewas usai divaksin corona? Ini faktanya!

Dokter di Palembang tewas usai divaksin corona? Ini faktanya!

Petugas kesehatan menunjukkan vaksin COVID-19 di Puskesmas Merdeka, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (14/1/2021). Sebanyak 1,2 juta tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang dimulai Rabu (13/1). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Jakarta (ANTARA/JACX) - Seorang dokter di Palembang, Sumatera Selatan, disebut telah meninggal sehari setelah menerima suntikan vaksin corona. Narasi terkait kematian dokter itu tengah ramai diperbincangkan di media sosial Twitter.

Narasi tersebut, juga dimuat dalam artikel milik situs daring Indonesia Today dengan judul "Dokter di Palembang Ditemukan Tewas Sehari Usai Divaksin Corona". 

Pemilik akun Twitter @aa_tuits pun ikut membagikan cuitannya merujuk artikel daring tersebut. Berikut unggahannya:

"Seorang dokter meninggal di dalam mobilnya setelah sehari divaksin. Isi beritanya dari hasil visum luar,kematian diakibatkan karena kekurangan oksigen. Isi otak sebelum baca,{{{ vaksin berbahaya }}}."

Namun, benarkah dokter di Palembang tewas usai divaksin corona?
 
Tangkapan hoaks yang menyatakan dokter di Palembang tewas usai divaksin corona (Twitter)
 
Tangkapan hoaks yang menyatakan dokter di Palembang tewas usai divaksin corona (Twitter)


Penjelasan:
Faktanya, dokter di Palembang yang ditemukan tewas dalam mobilnya itu meninggal akibat serangan jantung. Bukan karena mendapatkan suntikan vaksin corona.

"Namun, vaksinasi tersebut bukan menjadi penyebab kematiannya. Dimana dari hasil visum di RS Bhayangkara, korban meninggal karena kekurangan oksigen akibat serangan jantung," demikian isi paragraf keempat artikel Indonesia Today dengan judul "Dokter di Palembang Ditemukan Tewas Sehari Usai Divaksin Corona".

“Jadi kita tegaskan tidak ada kaitannya dengan vaksinasi corona. Hasil forensik almarhum meninggal karena kekurangan oksigen akibat ada penyakit jantung,” tegas Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Palembang Yudhi Setiawan dalam artikel tersebut.

Dengan demikian, diketahui bahwa judul artikel milik Indonesia Today itu telah mengaburkan fakta. Judul tersebut berpotensi membuat pembacanya salah menafsirkan kasus kematian dokter di Palembang tersebut.

Klaim: Dokter di Palembang tewas usai divaksin corona
Rating: Salah/Disinformasi
 
Tangkapan layar artikel berjudul "Dokter di Palembang Ditemukan Tewas Sehari Usai Divaksin Corona" (Indonesia Today)


Cek fakta: Hoaks, pria pingsan setelah divaksin COVID-19

Cek fakta: Hoaks, Syekh Ali Jaber meninggal karena disuntik vaksin Sinovac

Cek fakta: Penerima vaksin COVID-19 tidak perlu lagi pakai masker? Cek faktanya!

Pewarta: Tim JACX
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Uji vaksin Rekombinan, Ridwan Kamil sebut kebutuhan sangat besar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar