Tenis

Badosa nilai karantinanya di Australia sebagai momen terburuk

Badosa nilai karantinanya di Australia sebagai momen terburuk

Arsip foto - Petenis putri Spanyol Paula Badosa saat pertandingan putaran keempat melawan petenis Jerman Laura Siegemund dalam turnamen French Open 5 Oktober 2020 (REUTERS/CHARLES PLATIAU)

Jakarta (ANTARA) - Petenis putri Spanyol Paula Badosa menggambarkan masa karantinanya yang diperpanjang menjelang turnamen Australian Open setelah tes positif virus corona, sebagai momen terburuk dalam kariernya, dan ia merasa diabaikan oleh penyelenggara.

Badosa, peringkat 67 dunia, adalah pemain pertama yang hasil tesnya positif virus setibanya di Australia menjelang turnamen dan tidak dapat meninggalkan kamar hotelnya hingga 31 Januari.

Jika Badosa ternyata terinfeksi virus corona varian baru, ia baru bisa kembali berlatih pada 5 Februari yang diyakini oleh petenis Spanyol itu bahwa akan terlambat untuk memulihkan kebugarannya.

Grand Slam Australian Open, yang telah ditunda selama tiga minggu karena pandemi, akan berlangsung 8-21 Februari.

Baca juga: Tak ada bedanya karantina di Adelaide dengan Melbourne, kata Thiem
Baca juga: Barty bergabung dalam pertandingan tenis eksebisi di Adelaide


"Saya merasa diabaikan karena saya tidak memiliki peralatan latihan yang saya minta lima hari lalu, saya belum diberi tahu jenis virus yang saya idap, saya tidak memiliki informasi dari turnamen tersebut," katanya kepada surat kabar Spanyol Marca, seperti dilansir Reuters, Senin.

Penyelenggara Australian Open tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Badosa, yang mengaku mengalami kecemasan dan klaustrofobia, hanya melakukan sit up di kamar hotelnya dan menggunakan botol air sebagai alat beban untuk mencoba tetap bugar.

Petenis berusia 23 tahun itu menambahkan bahwa ruangan yang dia bagi dengan pelatih Javier Marti itu tidak cocok untuk atlet elit.

Baca juga: ITF tolak pengajuan cabut skors akibat doping Yastremska
Baca juga: Wasit asal Brazil kena serangan jantung jelang Australian Open


"Ini pengalaman terburuk dalam karier saya," kata Badosa.

"Kondisi di sini menyedihkan, saya tidak menyangka hal itu. Hal nomor satu yang direkomendasikan orang ketika Anda terkena virus adalah membuka jendela untuk membiarkan udara masuk, tetapi saya tidak memiliki jendela di kamar hotel saya dan itu hanya 15 meter persegi. "

"Saya telah kehilangan banyak tingkat kebugaran saya, terutama kekuatan saya. Jika saya bisa tampil pada 31 Januari, saya akan memiliki waktu seminggu untuk bugar. Jika tanggal 5 Februari tidak mungkin pulih tepat waktu (untuk turnamen), "kata Badosa.

Petenis Spanyol itu tiba di Melbourne setelah bermain di Abu Dhabi awal bulan ini dan berada di hari ketujuh dalam karantina ketika hasil tesnya positif.

Sebanyak 72 pemain telah dikurung di kamar hotel selama dua minggu setelah ada penumpang pada tiga penerbangan sewaan yang membawa mereka ke Australia dinyatakan positif.

Pekan lalu, petenis nomor 28 dunia Kazakhstan Yulia Putintseva mengeluh dia kesulitan tidur di kamar hotelnya karena hewan pengerat berkeliaran.
Baca juga: Djokovic membalas kritik, setelah komentari isolasi Australian Open
Baca juga: Peserta Australian Open positif COVID-19 bertambah tiga orang
Baca juga: Petenis keluhkan tikus di kamar hotel isolasi Australian Open 2021

 

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hana Goda, gadis Mesir juara dunia tenis meja

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar