MK ungkap alasan sidang sengketa pilkada tak sepenuhnya daring

MK ungkap alasan sidang sengketa pilkada tak sepenuhnya daring

Dokumentasi - Pasangan calon (Paslon) Gubernur - Wakil Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor - H Muhidin nomor urut (1) dan H Denny Indrayana - H Difriadi Derajat (2). (Syamsuddin Hasan)

Mahkamah memang mengharapkan dalam perkara peradilan kasus yang konkret begini tidak bisa kita secara 'online' secara murni karena kita bicara atau kita akan melihat fakta dan terutama data-data dan angka-angka itu
Jakarta (ANTARA) - Mahkamah Konstitusi mengungkap tidak dapat menggelar sidang pemeriksaan permohonan perselisihan hasil pemilihan kepala daerah secara daring sepenuhnya karena perlu mengecek data yang disampaikan secara langsung.

"Mahkamah memang mengharapkan dalam perkara peradilan kasus yang konkret begini tidak bisa kita secara online secara murni karena kita bicara atau kita akan melihat fakta dan terutama data-data dan angka-angka itu," ujar Hakim Konstitusi Suhartoyo di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa.

Dalam sidang sengketa hasil pemilihan gubernur Kalimantan Selatan itu, pemohon Denny Indrayana ingin turut menyampaikan permohonan secara daring.

Sementara salah satu kuasa hukumnya berada di dalam ruang sidang sehingga majelis hakim mengingatkan sebaiknya permohonan disampaikan oleh kuasa hukum yang hadir secara langsung.

Majelis hakim tetap mempersilakan apabila Denny Indrayana ingin menyampaikan tambahan, tetapi bukan hal yang substansial.

Baca juga: KPU Kalsel siap hadapi gugatan Denny Indrayana di MK

Baca juga: Denny Indrayana bawa 117 bukti kecurangan Pilkada Kalsel ke MK


Adapun pasangan nomor urut 2 Denny Indrayana dan Difriadi mendalilkan calon petahana Sahbirin Noor dan Muhidin menyalahgunakan bantuan sosial COVID-19 untuk kampanye dan program pemerintah daerah untuk pemenangan.

Selain meminta pembatalan Sahbirin Noor dan Muhidin sebagai pasangan calon dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan, Denny Indrayana-Difriadi juga meminta dilakukan pemungutan suara ulang di sejumlah kabupaten karena di antaranya terdapat dugaan politik uang dan penggelembungan suara dengan manipulasi data.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan menetapkan perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Sahbirin Noor dan Muhidin sebanyak 851.822 suara atau 50,24 persen. Sementara total perolehan suara pasangan Denny Indrayana-Difriadi 843.695 suara atau 49,76 persen.

Baca juga: Denny Indrayana akan daftarkan sengketa hasil Pilgub Kalsel ke MK

Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Petahana unggul sementara di PSU Pilgub Kalsel

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar