Good Travel with Marriot Bonvoy, program wisata peduli komunitas

Good Travel with Marriot Bonvoy, program wisata peduli komunitas

Redistribusi makanan di Bali pada program "Good Travel with Marriot Bonvoy". ANTARA/Handout/aa.

Jakarta (ANTARA) - Selain menyegarkan pikiran dan memberikan kesenangan, liburan juga bisa menjadi sarana untuk belajar mengenal alam serta budaya lokal.

Makin tingginya tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, budaya dan komunitas lokal, membuat Marriott International meluncurkan program Good Travel with Marriott Bonvoy yang menawarkan pengalaman perjalanan penuh makna bagi wisatawan di seluruh Asia Pasifik.

Program ini bertujuan untuk menciptakan kesempatan bagi para tamu untuk terhubung langsung dengan komunitas lokal dan lingkungan dekat hotel tempat mereka menginap. Good Travel with Marriot Bonvoy juga ingin mempromosikan pemahaman budaya dan perubahan positif.

Baca juga: Rehabilitasi kawasan mangrove, KKP tambah destinasi wisata

"Peluncuran Good Travel with Marriott Bonvoy bertujuan untuk mengubah cara pandang tentang liburan dari yang dulunya hanya murni untuk kesenangan menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari lebih tentang lingkungan alam dan terhubung dengan tamu, staf, dan komunitas lokal," ujar Bart Buiring, Chief Sales and Marketing Officer of Marriott International Asia Pacific dalam jumpa pers virtual, Selasa.

Program pertama ini berlangsung di 15 hotel Marriott International di seluruh Asia Pasifik. Program ini menawarkan pilihan kegiatan yang berfokus pada tiga yakni perlindungan lingkungan yang bertujuan untuk mengembalikan keasrian lingkungan alam, terhubung komunitas melalui pendidikan budaya serta konservasi laut.

Beberapa destinasi wisata yang menerapkan program ini di antaranya konservasi bakau di Fiji, transplantasi dan restorasi karang di Okinawa dan Maladewa, membersihkan pantai di Sanya dan Busan, hingga redistribusi makanan di Bali.

Para tamu dapat ikut serta dalam pengalaman yang berharga dan penuh makna serta menciptakan hubungan yang berarti dengan komunitas lokal mereka, baik saat berada di dalam negeri maupun saat bepergian ke luar negeri ketika sudah dapat melakukan perjalanan lagi nantinya.

"Tujuan kami adalah memperluas program ke banyak destinasi liburan di Asia Pasifik secara bertahap dan siap menyambut tamu dengan pengalaman perjalanan yang bermakna begitu dapat berwisata kembali," kata Bart.

Baca juga: Menikmati teh hijau di negeri ginseng

Baca juga: Dubes Korsel puji konsep wisata hijau NTB

Baca juga: Kominfo upayakan ketersediaan sinyal di destinasi wisata unggulan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jambi miliki 40 agenda wisata di 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar