Moeldoko: HKTI siap dampingi petani tingkatkan produksi

Moeldoko: HKTI siap dampingi petani tingkatkan produksi

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) J Moeldoko melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HKTI Periode 2020-2025 secara virtual di Jakarta, Selasa (26/1/2021). (Antara/HO-HKTI)

Jakarta (ANTARA) - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) siap melakukan pendampingan terhadap petani di seluruh tanah air guna meningkatkan produksi pertanian.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko di Jakarta, Selasa menyatakan, salah satu pendampingan yang telah dilakukan HKTI yakni saat pengembangan padi M-400 di Kabupaten Morotai yang mampu menghasilkan 10,4 ton per hektar serta varietas M-70D dengan produktivitas 8 ton lebih.

"Hal seperti ini harus berjalan masif," ujar Moeldoko saat pelantikan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HKTI Periode 2020-2025 yang dilakukan secara virtual.

DPP HKTI Periode 2020 - 2025 dipimpin Ketum Jenderal (Purn) Dr Moeldoko dan Sekretaris Jenderal HKTI Mayjen (Purn) Bambang Budi Waluyo.

Selain pendampingan, lanjut Kepala Staf Kepredinan (KSP) itu, HKTI harus melakukan konsolidasi sampai ke gabungan kelompok tani (Gapoktan) guna membantu mengatasi permasalahan-permasalahan petani secara langsung.

Kemudian, HKTI harus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan lembaga terkait dan pemangku kepentingan sehingga dapat menjembatani kepentingan petani.

Baca juga: Akhiri dualisme HKTI 10 tahun, Moeldoko-Fadli bersatu bangun pertanian

HKTI, tambahnya, juga harus melakukan Social Engineering atau rekayasa sosial dalam pertanian untuk memberikan nilai tambah produk pertanian mulai dari hulu atau tingkat produksi hingga hilir yakni pascapanen.

"Kita bukan hanya memikirkan bertani, tapi end product (produk akhir) juga perlu difikirkan dengan baik," ujarnya.


Moeldoko kembali mengingatkan fungsi HKTI sebagai bridging institution yang menghubungkan petani dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan komunitas.

"HKTI harus menjadi yang terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan petani, ketahanan pangan, dan kedaulatan pangan," katanya.


Oesman Sapta Odang selaku Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO), mengingatkan kembali peran HKTI meningkatkan kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian dengan produktivitas pasca panen.

Baca juga: Moeldoko dan Fadli Zon sepakati akhiri dualisme kepengurusan HKTI

 

Pewarta: Subagyo
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

HKTI Sumsel salurkan 20.000 kemasan ramuan herbal untuk pasien COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar