India klaim berhasil menekan lonjakan COVID-19

India klaim berhasil menekan lonjakan COVID-19

Pekerja sanitasi Manish Kumar, yang menurut para pejabat adalah orang pertama di negara yang divaksinasi COVID-19, bersiap untuk menerima dosis COVAXIN Bharat Biotech selama kampanye vaksinasi virus corona (COVID-19) di All India Institute of Medical Rumah Sakit Ilmu Pengetahuan (AIIMS) di New Delhi, India, Sabtu (16/1/2021). REUTERS/Adnan Abidi/HP/sa. (REUTERS/ADNAN ABIDI)

New Delhi (ANTARA) - India pada Kamis mengklaim berhasil menekan lonjakan infeksi COVID-19, dengan seperlima dari distrik di negara itu melaporkan nihil kasus baru selama sepekan, bahkan saat kampanye vaksinasi telah menjangkau 2,4 juta orang.

Negara berpenduduk 1,35 miliar itu mencatat jumlah kasus COVID-19 tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat, meski tingkat infeksi turun secara signifikan dari puncaknya pada pertengahan September. Sejumlah riset menunjukkan bahwa daerah kantong di India telah memperoleh kekebalan kawanan melalui infeksi alami.

"India berhasil membendung pandemi," kata Menteri Kesehatan Harsh Vardhan, mencatat bahwa kurang dari 12.000 kasus dilaporkan dalam sehari.

Menurut Vardhan, 146 dari 718 distrik di India melaporkan nol kasus baru selama sepekan dan 18 distrik lainnya selama dua pekan.

"India berhasil meratakan grafik COVID-19," lanjutnya.

Dengan terjadinya penurunan infeksi, pemerintah mengumumkan bahwa mulai 1 Februari pembatasan penggunaan kolam renang umum akan dihapus. Selain itu, bioskop dan teater akan diizinkan beroperasi lebih dari 50 persen kapasitas dan semua jenis gedung pameran juga diperbolehkan menggelar acara.

Negeri Bollywood itu mulai meluncurkan program vaksinasi pada 16 Januari, dengan target 300 juta orang hingga Juli-Agustus.

Hingga kini India telah melaporkan 10,7 juta infeksi COVID-19 dan 153.847 kematian - salah satu tingkat kematian COVID-19 terendah di dunia.

Salah satu dari tiga rantai diagnostik top India, Thyrocare Technologies, mengatakan kepada Reuters bahwa tes antibodi terhadap lebih dari 700.000 orang menunjukkan bahwa 55 persen dari populasi negara itu mungkin telah terinfeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sedikitnya 60-70 persen dari populasi harus memiliki kekebalan untuk memutus rantai penularan.

Ketua komite strategi vaksin India, Vinod Kumar Paul, mengatakan kepada Reuters bahwa dirinya tidak mengira India telah mencapai tingkat itu, tetapi persentase yang lebih kecil dapat membantu memperlambat penyebaran virus.

"Sebagian besar dari distrik dan kota padat penduduk kami kini terlepas dari pandemi ... dan kemungkinan memiliki apa yang anda sebut sebagai kekebalan kawanan, sampai batas tertentu," kata Paul pada awal Januari.
Baca juga: India bersiap jalankan proses "vaksinasi terbesar dunia"
Baca juga: COVID India: 10,3 juta kasus, hampir 150.000 kematian


Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Suharto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar