Dunia esport ternyata punya berbagai potensi karier

Dunia esport ternyata punya berbagai potensi karier

Tangkapam layar turnamen Mobile Legends antara tim Muhammad Rafli (Arema FC) melawan Arthur Irawan (PSS Sleman) dalam laga bertajuk Esports Superstars Battle yang diinisiasi Mahaka Sports, Minggu (14/6/2020). ANTARA/Youtube/RevivalTV/pr

Jakarta (ANTARA) - Dunia esport dan industri gaming ternyata menyimpan banyak potensi karier, selain menjadi pro player, sebutan untuk seorang yang mahir bermain game dan menjadikan sebagai profesi.

"Berbicara esport dan gaming ini secara ekosistem sangatlah luas. Sebenarnya potensi kariernya sangat banyak, selain pro player," ujar Business Development Esport Manager Garena Indonesia, Wijaya Nugroho, dalam "Bincang Shopee 2.2 Men Sale" secara virtual, Jumat.

Potensi lainnya adalah caster (sebutan komentator dalam pertandingan esport), editor dan videografer juga menjadi peluang dalam berkarir. Belum lagi pelatih dan manajer. " Esport ini sangat luas, mau dari sisi media, maupun gaming," Wijaya melanjutkan.

Baca juga: MPL tunjuk bos baru untuk kembangkan pasar di Indonesia

Untuk menjadi pro player sendiri tidaklah mudah. Menurut Wiajaya, banyak tantangan yang harus dilewati step-by-step. Untuk itu, mental harus disiapkan terlebih dahulu, kemudian yang paling penting skill juga harus kerja keras untuk terus diasah.

"Pro player membutuhkan kerja keras dan cerdas saat bermain, pro player harus disiplin juga saat bermain, ada jadwalnya juga, agar produktif waktunya tidak dibuang sia-sia," kata Wijaya.

Menjadi pro player, menurut Wiajaya, juga memerlukan bakat. Cara mengetahuinya adalah dengan mengikuti turnamen online atau lokal terlebih dahulu, jika sering kali kalah, maka dapat memilih karir lain di dunia gaming, salah satunya gaming influencer & content creator, seperti Ari "Kulgar."

"Influencer di tengah pandemi cukup menarik dan bagus banget menurutku. Banyak teman yang kehilangan pekerjaan karena kondisi pandemi, bisa menjadi kesempatan kita untuk seorang gaming influencer," ujar Ari.

Selama pandemi, Ari mengungkapkan data subscribers hingga viewers meningkat setiap harinya, dikarenakan lebih banyak waktu dihabiskan di depan laptop atau smartphone untuk mencari hiburan.

"Makanya ini cukup pontensial untuk didalami. Industri game sendiri semakin meningkat juga. Jumlah download game di Play Store, misalnya Free Fire," lanjut Ari.

Lima bulan membuat channel Youtube baru, dalam tiga bulan fokus membuat konten setiap hari, channel baru Ari tersebut berhasil mencapai 1 juta subscriber, dari sebelumnya hanya 200.000 subscriber.

Peningkatan jumlah subscriber juga terjadi pada channel utama Ari, Kulgar. Jika sebelum pandemi channel Kulgar memiliki 3 juta subscriber kini telah menyentuh lebih dari 4,9 juta subscriber.

Ari optimistis pertumbuhan industri gaming juga akan meningkat selama 2021. Hal itu dilihat dari peningkatan sebelumnya pada 2019 dan 2020. "Kita lihat juga penetrasi internet masyarakat Indonesia meningkat, gadget juga meningkat, sehingga menunjang industri gaming," dia menambahkan.


Baca juga: Kemenpora berkomitmen dorong esports masuk dalam pembahasan UU SKN

Baca juga: ESI Jakarta berharap dapat rekrut atlet-atlet potensial

Baca juga: Indonesia bertekad jadi juara dunia PUBG Mobile Global Championship

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PB Esports resmi dibentuk

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar