Huawei, Xiaomi dan 88 perusahaan China lainnya bergabung bentuk komite

Huawei, Xiaomi dan 88 perusahaan China lainnya bergabung bentuk komite

Dokumentasi - Seorang pria melintas di depan logo Huawei di sebuah pusat perbelanjaan di Shanghai, Cina, Kamis (6/12/2018). ANTARA/REUTERS/Aly Song/am.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) mengungkapkan bahwa 90 perusahaan telah mengajukan permohonan bersama untuk pembentukan komite semikonduktor, National Integrated Circuit Standardization Technical Committee, dengan sekretariat diusulkan di China Electronics China Electronics Standardization Institute.

Baca juga: Jerman desak Taiwan untuk bantu krisis semikonduktor industri otomotif

Semikonduktor China menjadi salah satu tautan lemah dalam manufaktur elektronik, setelah Amerika Serikat membuat larangan terhadap Huawei dan ZTE untuk mengakses teknologi asal negeri Paman Sam itu.

Bahkan perusahaan semikonduktor, seperti Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), yang berusaha untuk mengisi kekosongan karena larangan tersebut juga dicegah untuk mengakses teknologi AS.

Tujuan dibentuknya komite ini, dikutip dari Gizmochina, Senin, adalah untuk mengkoordinasikan industri-industri yang lemah, serta mempromosikan dan memperkuat tim standardisasi semikonduktor.

Sebanyak 90 perusahaan China yang menjadi bagian dari konsorsium ini, termasuk Huawei, HiSilicon, Xiaomi, Datang Semiconductor, Unichip Microelectronics, Zhanrui Communication, ZTE Microelectronics, SMIC, Datang Mobile, China Mobile, China Unicom, ZTE dan Tencent.

Komite tersebut akan fokus pada sejumlah hal, di antaranya meningkatkan standar yang relevan untuk penilaian chip, juga melakukan penelitian dan perumusan standar dalam menanggapi kinerja, keandalan dan persyaratan keamanan informasi produk.



Baca juga: Kemendikbud-Huawei sediakan "cloud e-learning" bagi perguruan tinggi

Baca juga: Memperkuat upaya pemulihan ekonomi ramah lingkungan

Baca juga: Huawei buka ASEAN Academy Engineering Institute di Indonesia

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Lanjutan upaya pembuktian bahwa Meng Wanzhou benar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar