BPBD DKI kembali ingatkan warga bantaran sungai waspadai banjir

BPBD DKI kembali ingatkan warga bantaran sungai waspadai banjir

Warga membangun kembali rumahnya yang berada di bantaran sungai Ciliwung, kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (16/4). Pemprov DKI Jakarta akan melakukan program naturalisasi sungai guna mengembalikan lebar sungai di Jakarta dalam mencegah dan mengatasi banjir. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.

kenaikan status Pos Pantau Angke Hulu dari status nomal ke siaga III atau waspada hingga ke status siaga II banjir terjadi dalam hitungan menit
Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali mengingatkan warga terutama di sepanjang bantaran sungai untuk mewaspadai banjir berdasarkan laporan Pos Pantau Angke Hulu yang kini berstatus siaga dua.

"Kami BPBD Daerah Provinsi DKI Jakarta menginformasikan bahwa pada pukul 08.00 WIB, ketinggian Pos Pantau Angke Hulu 270 cm  dalam status siaga dua, diimbau kepada warga bantaran sungai agar waspada dan berhati-hati terhadap banjir," kata petugas informasi BPBD DKI dalam video info peringatan dini bencana yang disiarkan melalui akun Twitter resmi BPBD DKI (@BPBD DKI Jakarta) dilansir di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Kampung Melayu terendam banjir akibat air kiriman dan laut pasang

BPBD DKI mencatat kenaikan status Pos Pantau Angke Hulu dari status nomal ke siaga III atau waspada hingga ke status siaga II banjir terjadi dalam hitungan menit.

Pukul 07.00 WIB, status Pos Pantau Angku Hulu normal atau siaga IV dengan ketinggian 155 cm. Selang 15 menit berikutnya terjadi kenaikan status waspada atau siaga III dengan ketinggian 150 cm.

Status waspada atau siaga III berlangsung hingga pukul 07.45 WIB dengan posisi ketinggian air meningkat menjadi 220 cm.

Baca juga: BPBD DKI imbau warga bantaran sungai waspadai banjir

Hingga pukul 08.00 WIB, kenaikan muka air terus naik seiring hujan yang masih mengguyur sejumlah kawasan di DKI Jakarta, ketinggian air mencapai 270 cm.

Batas tinggi muka air dalam ukuran normal di Pos Pantau Angke Hulu adalah di bawah 155 cm.

Adapun wilayah yang perlu melakukan antisipasi, imbuh BPBD DKI yakni Rawa Buaya, Cengkareng Timur, Cengkareng Barat, Kembangan Utara, Kedoya Utara, Duri Kosambi, Kapuk dan Kedaung Kaliangke.

Sementara itu, BPBD DKI juga mencatat kenaikan tinggi muka air di Pintu Air Pasar Ikan pada pukul 09.00 WIB, mencapai 204 cm dengan status siaga II karena dampak hujan.

Baca juga: Sudin SDA Jakbar perbaiki empat pompa stasioner antisipasi genangan

Batas tinggi muka air dalam ukuran normal di Pintu Air Pasar Ikan adalah di bawah 168 cm.

BPBD DKI menyebutkan antisipasi wilayah yang kemugkinan akan terdampak kenaikan Pintu Air Pasar Ikan adalah Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, dan Kalibaru.

BPBD DKI terus memperbaharui informasi peringatan dini terkait kenaikan atau pun penurunan tinggi muka air di pos pantau dan pintu air.

Sebelumnya, BPBD DKI juga telah menyampaikan imbauan yang sama kepada masyarakat karena Pos Pantau Cipinang Hulu berstatus waspada atau siaga III pada pukul 04.00 WIB.

Hingga pukul 06.00 WIB, status ketinggian muka air di Pos Pantau Cipinang Hulu mengalami penurunan ke level normal atau siaga empat.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar