Fox News minta gugatan atas klaim kecurangan pemilu dibatalkan

Fox News minta  gugatan atas klaim kecurangan pemilu dibatalkan

Pemilik Fox News, Rupert Murdoch. ANTARA/REUTERS/CNP/ABACAPRESS.COM/Ron Sachs/aa.

Washington (ANTARA) - Fox News Media milik Rupert Murdoch mengatakan pada Senin bahwa pihaknya mengajukan usul resmi untuk menggugurkan gugatan Smartmatic pembuat sistem pemungutan suara elektronik yang mengklaim bahwa kelompok media itu menuduhnya membantu mencurangi pemilihan presiden AS untuk memihak Joe Biden.

Dalam gugatan pencemaran nama baik yang diajukan minggu lalu, Smartmatic menuduh bahwa Fox dan terdakwa lainnya mengarang cerita bahwa pemilihan itu mencurangi Donald Trump dan menjadikan Smartmatic "penjahat dalam cerita mereka".

Fox mengatakan akan menolak gugatan Smartmatic karena gugatan itu "tidak layak" dan pihaknya membela reportasenya tentang pemilihan presiden AS.

"Jika Amendemen Pertama berarti segalanya, itu berarti bahwa Fox tidak dapat dimintai pertanggungjawaban karena melaporkan dan mengomentari secara adil tuduhan yang bertikai dalam pemilihan yang diperebutkan dengan sengit dan secara aktif diperkarakan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Smartmatic yang berbasis di Florida tidak menanggapi permintaan komentar tentang mosi Fox.

Dalam gugatannya, Smartmatic meminta lebih dari 2,7 miliar dolar (Rp 37,8 triliun) sebagai kompensasi dan ganti rugi. Ia juga meminta terdakwa untuk mencabut pernyataan palsu.

Fox mengatakan bahwa mereka tidak dapat dimintai pertanggungjawaban karena meliput semua sisi dari "perdebatan sengit tentang kepentingan nasional yang mendalam".

"Ketika seorang presiden petahana dan penggantinya mengklaim bahwa pemilihan dicurangi, publik memiliki hak untuk mengetahui apa yang mereka klaim, titik," katanya.

Gugatan Smartmatic menyebut Pengacara Trump, Rudolph Giuliani, mantan pengacaranya Sidney Powell, Fox Corp dan Fox host Lou Dobbs, Maria Bartiromo dan Jeanine Pirro sebagai para tergugat.

Setelah pemilu, Trump dan beberapa pendukungnya menyebarkan klaim palsu terkait kecurangan pemilu, termasuk bahwa Smartmatic memanipulasi hasil pemilu.

Smartmatic pada Desember menuntut Fox News mencabut tuduhan yang dilontarkan oleh karyawan dan tamunya, tetapi Fox tidak mematuhinya dan malah menyiarkan wawancara tentang program tiga pembawa acara dengan seorang ahli luar yang mengatakan tidak ada bukti untuk mendukung keluhan Smartmatic terhadap tuan rumah dan tamu Fox.

Sumber: Reuters
Baca juga: Bos Fox News menuntut Donald Trump minta maaf
Baca juga: Fox News digugat Dewan Kota Paris
​​​​​​​

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Situs Departemen Luar Negeri AS mengakhiri jabatan Trump sembilan hari lebih awal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar