Pemkot Batu terapkan PPKM tekan penyebaran COVID-19

Pemkot Batu terapkan PPKM tekan penyebaran COVID-19

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. ANTARA/HO-Humas Pemkot Batu/am.

Kita akan melakukan PPKM lingkup kota seperti kemarin, hanya saja ada perubahan
Kota Batu, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarkat (PPKM) untuk menekan penyebaran virus corona baru atau COVID-19.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan bahwa penerapan PPKM pada lingkup kota pada 9-22 Februari 2021 tersebut, dilakukan seperti yang sebelumnya, namun dengan sedikit perubahan.

"Kita melakukan PPKM lingkup kota seperti kemarin, hanya saja ada perubahan," kata Dewanti, dalam keterangan tertulis yang diterima di Kota Batu, Selasa.

Baca juga: Usai longsor, jalur Malang-Kediri dibuka, warga diminta tetap waspada

Dewanti menjelaskan perubahan yang dimaksud adalah jam operasional usaha yang sebelumnya dibatasi hingga pukul 20.00 WIB, diperpanjang satu jam hingga pukul 21.00 WIB.

Selain itu, lanjut Dewanti, untuk perkantoran yang sebelumnya memberlakukan skema 25 persen Work From Office (WFO), dan 75 persen Work From Home (WFH), saat ini ditambah menjadi 50 persen.

"Jam operasional diperpanjang satu jam, yang kemarin sampai jam 20.00 WIB, menjadi pukul 21.00 WIB. Untuk kuota WFH, menjadi 50 persen," kata Dewanti.

Baca juga: Tanah longsor ganggu akses jalan Kota Batu-Pujon Jatim

Sedangkan terkait PPKM Mikro, lanjut Dewanti, pihaknya akan mengefektifkan melalui penguatan Kampung Tangguh. Diharapkan, masyarakat bisa meningkatkan penerapan protokol kesehatan penanganan COVID-19.

Untuk Kota Batu sendiri, pada lingkup RT/RW tidak ada yang berada dalam zona merah sehingga hal tersebut menjadi dasar tidak diterapkannya PPKM secara mikro pada tingkat RT/RW.

Baca juga: Satu korban terseret banjir di Ngantang Malang ditemukan meninggal

"Dari lima desa atau kelurahan yang masuk zona merah, kita tidak memberlakukan PPKM Mikro RT/RW, karena setelah dilacak, penyebaran kasus tidak berada dalam satu RT/RW," ujar Dewanti.

Lima desa atau kelurahan di Kota Batu yang memiliki kasus positif lebih dari sepuluh kasus, dan masuk dalam zona merah di antaranya Kelurahan Ngaglik, Kelurahan Temas, Junrejo, Kelurahan Songgokerto dan Pesanggrahan.

Baca juga: 8.150 tenaga kesehatan di Kota Malang telah jalani vaksinasi COVID-19

"Kami mengimbau seluruh masyarakat tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan," ujar Dewanti.

Di Kota Batu, secara keseluruhan, ada 1.213 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 1.096 orang dilaporkan telah sembuh, 100 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

Baca juga: Basarnas lakukan pencarian dua orang terseret banjir di Ngantang

 

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kunjungan ke Lapas Sumbar belum dibuka, meski PPKM turun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar