Pengacara HAM Eropa minta Rusia jelaskan aksi polisi atas protes

Pengacara HAM Eropa minta Rusia jelaskan aksi polisi atas protes

Suasana aksi bentuk dukungan kepada pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny yang dipenjara di Saint Petersburg, Rusia, Minggu (31/1/2021). REUTERS/Anton Vaganov/HP/djo (REUTERS/ANTON VAGANOV)

Situasi seperti itu, jika dikonfirmasi, merupakan perlakuan yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat dan harus segera dihentikan
Moskow (ANTARA) - Seorang advokat hak asasi manusia Eropa meminta Rusia menjelaskan laporan polisi menggunakan kekuatan yang berlebihan untuk membubarkan protes anti Kremlin dan pelanggaran hak yang dilakukan, dan mengingatkan Moskow tentang hak rakyat atas kebebasan berkumpul.

Lebih dari 11.000 orang ditahan pada protes dalam beberapa pekan terakhir atas penangkapan dan pemenjaraan kritikus Kremlin Alexei Navalny, menurut kelompok lembaga swadaya masyarakat OVD-Info, yang memantau penangkapan selama protes massal.

Dunja Mijatovic, Dewan Komisaris Hak Asasi Manusia Eropa, mengatakan jumlah tahanan belum pernah terjadi sebelumnya, mengutip angka OVD-Info.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri Rusia Vladimir Kolokoltsev, tertanggal 5 Februari dan diterbitkan pada Kamis, ia menyatakan kekecewaan atas laporan pemukulan polisi, termasuk serangan terhadap puluhan jurnalis.

Dia mengatakan banyak tahanan mengeluh tentang kurangnya makanan, air minum, akses tepat waktu ke fasilitas sanitasi, pemanas dan tempat tidur yang layak karena terlalu penuh, serta tidak diberi bantuan hukum atau medis.

"Situasi seperti itu, jika dikonfirmasi, merupakan perlakuan yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat dan harus segera dihentikan," kata Mijatovic.

Kremlin membantah penindasan oleh polisi dan mengatakan setiap kasus dugaan kebrutalan polisi sedang diperiksa, tetapi ada lebih banyak kasus petugas polisi anti huru hara diserang oleh pengunjuk rasa daripada sebaliknya.

Kementerian dalam negeri, yang bertanggung jawab atas polisi, tidak segera berkomentar.

Navalny dipenjara bulan ini karena pelanggaran pembebasan bersyarat. Tuduhan yang dia katakan itu dibuat-buat dan bermotif politik. Dia diracuni di Siberia dengan apa yang dikatakan banyak negara Barat sebagai zat racun saraf. Kremlin mempertanyakan apakah dia diracun.

Mijatovic mendesak Kolokoltsev untuk menggunakan otoritasnya untuk menghentikan praktik penangkapan individu yang menggunakan hak mereka untuk berkumpul secara damai dan membawa pengawasan demonstrasi sejalan dengan standar hak asasi manusia yang berlaku.

Dewan Eropa, forum hak asasi manusia utama Eropa, memiliki 47 negara anggota termasuk Rusia. Semuanya adalah penandatangan Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia.

Sumber: Reuters

Baca juga: Rusia hidupkan kembali RUU beri polisi akses ke data lokasi warga

Baca juga: Alexei Navalny divonis 3,5 tahun penjara oleh pengadilan Rusia

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kereta kargo China-Eropa pertama tiba di St. Petersburg, Rusia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar