Kaltim gelar sosialisasi pembangunan Bendung Telake di 15 desa

Kaltim gelar sosialisasi pembangunan Bendung Telake di 15 desa

Asisten I Setprov Kaltim M Jauhar Efendi (tiga dari kiri). ANTARA/M Ghofar

Sosialisasi ini memakan waktu lama karena melibatkan semua pemilik lahan yang tersebar di 15 desa/kelurahan
Penajam, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kaltim menggelar sosialisasi ke masyarakat selama lima hari pada 22-26 Februari 2021 terkait pembangunan Bendung Irigasi Telake, yang terletak di perbatasan Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

"Sosialisasi ini memakan waktu lama karena melibatkan semua pemilik lahan yang tersebar di 15 desa/kelurahan di dua kabupaten tersebut," ujar Asisten I Setprov Kaltim M Jauhar Efendi saat memimpin sosialisasi di Desa Gunung Makmur, PPU, Selasa.

Mengingat banyaknya pemilik lahan dari dua kabupaten yang harus terlibat dalam sosialisasi, sementara pihaknya juga harus patuh pada protokol kesehatan, maka kegiatannya harus dibagi dalam beberapa sesi.

Baca juga: Bendung Telake Kaltim ditargetkan tuntas 2023

Jauhar dalam hal ini bertindak sebagai Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah untuk pembangunan jalan akses, bendung pelengkap, saluran primer, dan sekunder Bendung Telake.

Ke-15 desa/kelurahan yang lahannya akan dibebaskan untuk kepentingan akses bendung ini adalah 5 di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, yakni Desa Sebakung, Sebakung Taka, Sebakung Makmur, Desa Muara Adang II, dan Kelurahan Long Kali.

Kemudian 10 desa di Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU, yakni Desa Gunung Makmur, Gunung Mulia, Gunung Intan, Sebakung Jaya, Babulu Darat, Babulu Laut, Labangka Barat, Sumber Sari, Sri Raharja, dan Desa Rawa Mulia.

"Untuk lokasi bendung lahannya sudah aman, sedangkan yang disosialisasikan sekarang adalah pengadaan tanah untuk pembangunan jalan akses, bendung pelengkap, saluran primer, dan saluran sekunder bendung," katanya.

Jadi, lanjutnya, pihaknya bukan hanya melakukan sosialisasi, tapi juga pendataan awal dan konsultasi publik atas rencana pengadaan tanah untuk kegiatan pendukung bendung.

"Sosialisasi yang (Senin) kemarin ada empat sesi yang kami gelar di Kecamatan Long Kali, Paser. Untuk hari (Selasa) ini sosialisasi digelar beberapa sesi di Desa Gunung Makmur, PPU. Besok sampai tanggal 26 Februari masih terus kita lakukan sosialisasi di Kecamatan Babulu," ujar Jauhar.

Baca juga: Dana desa di Kaltim capai Rp3,9 triliun selama enam tahun
Baca juga: Ekonomi Kaltim 2021 diprediksi tumbuh 2-2,5 persen


Pewarta: M Ghofar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jembatan di Banjar roboh, jalur trans Kalsel-Kaltim terputus

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar