Dolar tergelincir karena imbal hasil obligasi turun

Dolar tergelincir karena imbal hasil obligasi turun

Ilustrasi - Mata uang Amerika Serikat dolar dan Inggris pound sterling. ANTARA/REUTERS/Thomas White/am.

London (ANTARA) - Dolar AS jatuh pada Rabu karena sentimen investor membaik dan imbal hasil obligasi pemerintah memperpanjang penurunan, sementara mata uang terkait komoditas seperti dolar Australia dan dolar Kanada, naik.

Imbal hasil obligasi AS yang lebih rendah juga melemahkan daya tarik dolar di antara mata uang berimbal hasil rendah, dengan yen Jepang dan franc Swiss pulih dari posisi terendah beberapa bulan pada malam sebelumnya.

Obligasi telah menjadi pusat perhatian di pasar dalam beberapa pekan terakhir, menyusul lonjakan imbal hasil secara global. Investor berharap bahwa pemulihan ekonomi akan meningkatkan inflasi dan mendorong sejumlah bank sentral menormalisasi kebijakan moneter ketika ekonomi telah pulih dari pandemi COVID-19.

Harga saham global turun dari dekat rekor tertinggi dan harga komoditas goyah.

Tapi pada pekan ini pasar mulai tenang, dengan imbal hasil obligasi turun dan harga saham naik.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya tergelincir ke 90,971 setelah turun kembali dari level tertinggi hampir satu bulan pada malam lalu.


Baca juga: Dolar jatuh saat imbal hasil mundur, uang berisiko naik, bitcoin turun
 

Para analis memperkirakan Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Kamis akan mengulangi pendapatnya seperti yang pernah diungkapkan baru-baru ini bahwa setiap kenaikan suku bunga akan terjadi secara bertahap dan bahwa ekonomi AS masih jauh dari target Bank Sentral AS (Fed).

"Fed lebih mengkhawatirkan kecepatan pergerakan daripada pergerakan naik dari imbal hasil. Pernyataan Powell akan membantu meredam volatilitas di pasar obligasi dan momentum kenaikan dolar AS dalam waktu dekat," kata analis MUFG dalam sebuah catatan.

Dolar Australia naik 0,1 persen menjadi 0,7828 dolar AS, menambah kenaikan terhadap sekitar 0,7 persen keniakan yang diraih pada dua hari sebelumnya, setelah data menunjukkan ekonomi Australia tumbuh jauh lebih cepat dari yang diperkirakan pada kuartal keempat.

Crown Norwegia, mata uang terkait komoditas lainnya, diperdagangkan sebagian besar lebih tinggi terhadap dolar dan euro setelah naik sekitar 1 persen di masing-masing dari dua hari perdagangan terakhir.


Baca juga: Dolar AS naik terkerek imbal hasil lebih tinggi, uang berisiko melemah

 

Euro sedikit berubah pada 1,2086 dolar AS setelah naik lebih dari 0,3 persen di sesi sebelumnya, ketika bangkit dari level terendah hampir satu bulan di bawah 1,20 dolar AS.

Anggota dewan Bank Sentral Eropa Fabio Panetta mengatakan otoritas moneter blok itu harus memperluas pembelian obligasi atau bahkan meningkatkan kuota yang dialokasikan untuk mereka jika diperlukan, untuk menjaga imbal hasil turun.

"Reaksi pasar ekuitas akan menjadi salah satu penentu utama dari dampak pergerakan harga global di pasar valuta asing," kata Shinichiro Kadota, ahli strategi mata uang senior di Barclays di Tokyo.

Redanya volatilitas bisa cepat berlalu jika perbaikan ekonomi AS memicu kembali penjualan obligasi, yang bisa diamati dari data jumlah tenaga kerja bulanan yang akan dirilis pada hari Jumat.

Poundsterling diperdagangkan 0,1 persen lebih tinggi pada 1,3973 dolar AS, sebelum rilis anggaran Inggris, pada 1230 GMT.


Baca juga: Dolar menguat setelah kesaksian Powell, pound capai tertinggi 3 tahun

Baca juga: Dolar AS jatuh saat prospek ekonomi Eropa membaik dan komoditas naik


Pewarta: Biqwanto Situmorang
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Trade Expo Indonesia hasilkan transaksi 678,1 juta dolar AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar