Kekhawatiran efek samping hilang, kepercayaan akan vaksin tumbuh

Kekhawatiran efek samping hilang, kepercayaan akan vaksin tumbuh

ilustrasi - Seorang pasien menerima suntikan pertama dari dua suntikan vaksin COVID-19 buatan Pfizer/BioNTech di ruang operasi di Wolverhampton, Inggris, Senin (14/12/2020). ANTARA/REUTERS/Carl Recine/AWW/djo.

London (ANTARA) - Kepercayaan terhadap vaksin COVID-19 tumbuh, dengan kesediaan orang-orang untuk mendapatkan suntikan meningkat saat vaksin itu diluncurkan di seluruh dunia dan kekhawatiran tentang kemungkinan efek samping memudar, sebuah survei di 14 negara menunjukkan pada  Jumat.

Dipimpin bersama oleh Institut Inovasi Kesehatan Global (IGHI) Imperial College London dan perusahaan jajak pendapat YouGov, survei tersebut menemukan kepercayaan pada vaksin COVID-19 telah meningkat di sembilan dari 14 negara yang disurvei, termasuk Prancis, Jepang dan Singapura yang sebelumnya memiliki tingkat kepercayaan yang rendah.

Pemutakhiran terbaru dari survei, yang berlangsung dari 8 Februari hingga 21 Februari, menemukan bahwa orang-orang di Inggris yang paling bersedia, dengan 77 persen mengatakan mereka akan menggunakan vaksin yang dirancang untuk melindungi terhadap COVID-19 jika tersedia pada pekan ini.

Baca juga: Inggris Raya beri 2 dosis vaksin semua orang dewasa sampai September
Baca juga: Inggris siap salurkan surplus vaksin untuk negara berkembang via COVAX


Hal itu naik dari 55 persen pada November, tak lama sebelum vaksin COVID-19 pertama - yang dikembangkan bersama oleh Pfizer dan BioNTech - memperoleh persetujuan peraturan untuk digunakan di Inggris.

Warga di Prancis, Singapura, dan Jepang tetap termasuk yang paling sedikit untuk menerima vaksin COVID-19, masing-masing 40 persen, 48 persen dan 48 persen - tetapi kepercayaan diri dari ketiga negara tersebut meningkat sejak November.

Pada November persentase warga di Prancis, Singapura, dan Jepang yang mau divaksin hanya 25 persen, 36 persen dan 39 persen.

Survei tersebut juga menemukan bahwa kekhawatiran atas efek samping vaksin telah memudar di sebagian besar negara, dengan kurang dari setengah (45 persen) dari semua responden saat ini melaporkan kekhawatiran.

Sekali lagi, warga di Prancis, Singapura dan Jepang saat ini paling khawatir tentang efek samping, dengan sekitar 6 dari 10 orang merasa khawatir (56 persen, 59 persen, 61 persen), sedangkan Inggris adalah yang paling tidak khawatir.

Survei terbaru melibatkan lebih dari 13.500 orang di Australia, Inggris, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Israel, Italia, Jepang, Belanda, Norwegia, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, dan Swedia.

Sumber : Reuters

Baca juga: Regulator Inggris akan percepat vaksin untuk varian baru COVID
Baca juga: Suntikan Novavax COVID-19 dapat digunakan di AS pada awal Mei

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Edisi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar