Pertamina targetkan kilang hijau di Cilacap beroperasi Desember 2021

Pertamina targetkan kilang hijau di Cilacap beroperasi Desember 2021

Ilustrasi - Pekerja Pertamina RU IV Cilacap saat melakukan pengecekan di area kilang. ANTARA/HO-Pertamina RU IV Cilacap/am.

Pengembangan energi hijau ini... dengan memaksimalkan potensi sumber daya energi baru terbarukan minyak kelapa sawit yang melimpah
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) menargetkan aktivitas produksi kilang hijau atau green refinery dengan produk energi bersih berupa green diesel dan green avtur dapat dimulai pada akhir Desember 2021.
 
"Pengembangan energi hijau ini dilakukan sebagai implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan memaksimalkan potensi sumber daya energi baru terbarukan minyak kelapa sawit yang melimpah," kata Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
 
Kilang hijau yang terletak di Cilacap, Jawa Tengah, ini mampu memproduksi bahan bakar green diesel sebanyak 3.000 barel per hari. Adapun kapasitas produksi green avtur mencapai 6.000 barel per hari.
 
Pada Januari 2021 Pertamina telah uji coba pembuatan green diesel dengan komposisi Refined, Bleached, Deodorized Palm Oil (RBDPO) sebesar 100 persen. Minyak sawit mentah diolah melalui proses penyulingan untuk menghilangkan asam lemak bebas serta penjernihan untuk menghilangkan warna dan bau.

Baca juga: Berbahan sawit, Pertamina uji coba Green Diesel akhir November
 
Pertamina melaksanakan dua tahapan dalam pengembangan green diesel dan green avtur. Pertama, pengolahan RDPO sebanyak 3.000 barel per hari untuk menghasilkan green diesel yang direncanakan mulai beroperasi akhir tahun ini.
 
Selanjutnya tahapan kedua, Pertamina akan melakukan pengolahan minyak sawit mentah (CPO) sebanyak 6.000 barel per hari untuk menjadi green avtur pada akhir Desember 2022.
 
Sebelumnya pada April 2020 Pertamina juga sudah berhasil memproduksi green gasoline melalui kilang hijau di Plaju, Sumatera Selatan. Di sini, olahan green gasoline memiliki kualitas oktan setara Pertamax.
 
Pengembangan kilang hijau Pertamina dengan hasil akhir Energi Baru dan Terbarukan (EBT) memberikan efek berganda terhadap peningkatan nilai ekonomi perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan menekan impor minyak mentah yang bersumber dari energi fosil.

Baca juga: Pertamina sebut Proyek Langit Biru Cilacap dorong kemandirian energi

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penundaan santunan kebakaran Balongan termasuk maladministrasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar